Kajianberita.com
Beranda Headline Pelaku Pembunuh Bocah yang Tergiur Jual Beli Organ Tubuh di Makassar Terancam Hukuman Mati

Pelaku Pembunuh Bocah yang Tergiur Jual Beli Organ Tubuh di Makassar Terancam Hukuman Mati

KAJIANBERITA – Tersangka penculikan dan pembunuhan bocah MFS (11) ternyata berusia dewasa, yakni di atas 18 tahun. Untuk itu tak menutup kemungkinan jika dirinya terancam tuntutan hukman mati.

Hal ini diketahui dari hasil penyidikan yang dilakukan Penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan setelah mendapatkan kutipan akte kelahiran dari orang tua pelaku.

“Untuk usia bisa saya sampaikan, bahwa awal penyidikan diperoleh keterangan bahwa kedua pelaku masih di bawah umur. Tapi, setelah kami mendapatkan kutipan akte kelahiran dari orang tua para pelaku, ternyata satu orang yang inisial MF itu telah berusia 18 tahun lebih,” ungkap Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando Sambolangi kepada wartawan, dilansir dari sejumlah laman, Jumat (13/1/2023).

Awalnya polisi menduga bahwa kedua tersangka masih di bawah umur, namun dari akte kelahiran yang dibawa orang tuanya, pelaku lahir pada 5 November 2004 sehingga jika dihitung usianya sudah lebih dari 18 tahun atau masuk usia dewasa.

Meski begitu pelaku lain dengan inisial AD, lahir 28 Agustus 2005 atau masih berusia 17 tahun.

Untuk kategori dewasa, Penerapan hukum pidana bagi para terdakwa akan dikenakan Pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 170 ayat 3 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Berkas kedua tersangka juga akan dipisah (split) begitu juga masa penahanannya.
Apabila sudah dewasa masa penahanannya 20 hari, dan bisa diperpanjang 40 hari, selama berkas belum dirampungkan atau P21 dari 20 hari penahanan pertama
Sedangkan penerapan hukum pada anak tujuh hari, dan bisa diperpanjang delapan hari sesuai Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Peradilan Anak apabila belum P21 (rampung).

“Pasal tetap sama, cuma mekanisme penahanannya berbeda. Dia kan (MF) melakukan juga diancam Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 80, statusnya kan sudah dewasa jadi tidak diperlakukan sistem peradilan anak,” tuturnya.

Sebelumnya, AD dan MF berniat menjual organ tubuh korban karena tergiur situs jual beli organ tubuh di Internet.

Kedua tersangka saat ini masih ditahan di Satuan Reskrim Polrestabes Makassar karena belum 15 hari.

Selain itu, pelaku anak di bawah umur akan dibawa ke rumah aman untuk pemulihan psikologi.

Hingga kini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dan tes psikologi dari Bagian Psikolog Polda Sulsel.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan