Kajianberita.com
Beranda Sumut Gubernur Edy Rahmayadi : Kualitas SDM Menentukan Kemajuan Bangsa

Gubernur Edy Rahmayadi : Kualitas SDM Menentukan Kemajuan Bangsa

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membuka Rapat Koordinasi Pendidikan dan Kerja Sama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Pelaku Dunia Usaha dan Industri, serta menanda tangani Nota Kesepahaman dengan Kadin di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (18/1). Dalam rangkaian acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Arief S Trinugroho juga turut mengunjungi pameran hasil karya para siswa SMK. (kajianberita/Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menekankan pentingnya memelihara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

“Apalagi Sumut merupakan provinsi yang memilki sumer daya alam yang sangat baik untuk dikelola,” ujarnya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Bersama Dunia Usaha dan Industri (DUDI) se-Sumut Tahun 2023 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (18/1/2023).

Edy bilang, dia ingin menunjukkan kualitas SDM menentukan kemajuan suatu bangsa. Sebab sumber daya alam yang kaya, tanpa dukungan SDM berkualitas, maka kemajuan akan sulit tercapai.

“Dan kampung kita ini (Sumut) kaya, demografinya juara. Tetapi masih banyak yang hidupnya berada dalam garis kemiskinan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menguraikan bebarapa gambaran mengenai kondisi pendidikan, khususnya SMK. Di mana lulusannya masih perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan kerja, industri dan usaha. Untuk itu, kata Edy, perlu adanya pengembangan kurikulum SMK dengan dunia usaha dan industri (DUDI).

“Sebab keterserapan lulusan sekolah kejuruan di industri/usaha masih minim,” terang dia.

Kondisi ini, jelas Edy, lantaran belum terpenuhinya MoU antara SMK dengan dunia usaha dan industri. Termasuk minimnya guru tamu dari pihak industri untuk mampu memperkuat pelayanan di SMK.

“Seperti misalnya ada penerimaan dari Jepang dan Korea untuk bekerja. Sebelum lulus, dia (siswa) harus sudah menerima pelajaran untuk berbahasa, sehingga tak perlu lagi kursus bahasa saat dipanggil ke luar negeri,” jelas Edy.

Atas kebutuhan itu, Edy pun menekankan perlunya mengutamakan kemampuan siswa, dimana sekolah memberikan pengajaran kepada peserta didik, selaras dengan yang dibutuhkan masyarakat, terutama dunia usaha dan industri.

Sebagai imiplemantasinya, Gubernur meminta Dinas Pendidikan untuk membuat kelompok kerja (Pokja) bersama pihak terkait, dan merumuskan bagaimana langkah pendidikan kejuruan bisa menghasilkan SDM yang berkualitas sesuai kebutuhan. Sebagaimana tema dalam rakor tersebut yakni ‘Link and Match, Dunia Usaha dan Dunia Industri menuju SMK Produktif, Mandiri daan Bermartabat. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan