Kajianberita.com
Beranda Nasional Bentrok Karyawan PT GNI Morowali, Rocky Gerung Ungkap Istana Sebagai Provokator

Bentrok Karyawan PT GNI Morowali, Rocky Gerung Ungkap Istana Sebagai Provokator

Rocky Gerung ungkap Istana sebagai provokator bentrok PT GNI di Morowali. (Kajianberita/Istimewa)

SULTENG– Istana dianggap sebagai provokator penyebab bentrokan karyawan yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) Morowali Utara, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/1/2023) malam, yang merenggut nyawa tiga pekerja

Hal itu disampaikan pengamat politik, Rocky Gerung. Rocky Gerung menilai, Kebijakan yang diambil Istana tidak pro ke rakyat.

“Memang ada sebagian orang yang merasa udah enak, nanti ada kemajuan ekonomi. Tapi secara utuh, orang melihat itu sesuatu yang eksklusif yang nggak bisa diakses oleh rakyat,” kata Rocky Gerung melansir video yang diunggah di kanal Youtubenya, Selasa (17/1/2023) lalu.

Masih menurut Rocky Gerung, rakyat merasa hanya dianggap pekerja yang dikesampingkan oleh pemerintah. Di sisi lain, pekerja asing (China) justru terkesan menjadi prioritas.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan ada 71 orang yang diamankan. Adapun jumlah yang ditetapkan sebagai tersangka mencapai 17 orang.

Terkait hal itu, Rocky Gerung berpendapat inisiden ini bukan hanya soal provokator belaka.

“Ada analisis panjang tentang modus investasi, tentang kenikmatan-kenikmatan khusus yang diberikan oleh pemerintah kepada pemodalan besar.”

“Jadi, ini adalah soal perencanaan ekonomi politik,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut dia, kejadian protes dari rakyat ketika adanya investasi yang masuk bukan yang pertama kalinya.

Masuknya investasi yang kemudian menimbulkan perselisihan dengan rakyat menunjukkan adanya persoalan makro yang tidak diatasi.

“Ini menyangkut hal makro yang orang melihatnya sebagai ketidakadilan bukan hanya di Morowali, tapi dalam kebijakan publik pun orang sudah tahu ada ketidakadilan,” tegasnya.

Untuk itu, dia menggarisbawahi insiden Morowali bukan perkara kriminal. Narasi kriminalitas yang dilekatkan kepada kasus Morowali justru mengindikasikan ketidakmampuan Kapolri untuk melihat penyebab struktural sehingga memilih jalan pintas dengan menyimpulkannya sebagai tindak kriminal.

“Ada yang bawa bensin, bakar. Iya, oke, tapi kenapa dia bawa bensin? Itu pertanyaannya,” tuturnya lagi.

Seperti diketahui, bentrok terjadi antara TKI dan TKA di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) Morowali Utara, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/1/2023) malam lalu. Bentrok ini menewaskan tiga pekerja.

Bentrokan diduga dipicu oleh aksi demonstrasi para pekerja terhadap perusahaan. Pekerja menuntut perusahaan terkait ketenagakerjaan, mulai dari keselamatan kerja hingga kesejahterawaan karyawan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan