Kajianberita.com
Beranda Internasional Taiwan Kembali Terima Prajurit Perempuan

Taiwan Kembali Terima Prajurit Perempuan

Prajurit perempuan di Taiwan kembali diterima untuk menjalani pelatihan. (kajianberita/nihao indonesia)

TAIWAN – Militer Taiwan berencana membuka pendaftaran untuk pasukan cadangan perempuan demi menghadapi ancaman serangan China.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bakal mengizinkan 220 prajurit perempuan yang pernah diberhentikan untuk mendaftar dalam pelatihan mulai kuartal kedua tahun ini. Seperti dilansir CNN Indonesia.

Mayor Jenderal Yu Wen-cheng dari Badan Mobilisasi Pertahanan Seluruh Kementerian mengatakan langkah itu akan menjadi “uji coba” untuk tahun ini.

“Ini adalah tahun pertama untuk memasukkan perempuan dalam pelatihan cadangan sehingga tahun ini akan menjadi program uji coba,” kata Yu seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (18/1/2023).

“Kami akan merencanakan kapasitas pelatihan sesuai jumlah pelamar.”

Kemhan Taiwan sebelumnya menyatakan pihaknya hanya melatih pasukan pria untuk ikut serta dalam wajib militer dan pelatihan pasukan cadangan. Sebab negara itu tidak punya kapasitas yang cukup untuk mengakomodasi kedua gender.

Anggota parlemen Taiwan sempat mengatakan pengecualian perempuan dari pelatihan cadangan merupakan diskriminasi gender.

Banyak analis militer kemudian mendesak Taiwan untuk meningkatkan pasukan cadangannya dan mempersiapkan masyarakat sipil di bidang militer, termasuk mengizinkan perempuan ikut serta.

Taiwan sendiri memiliki pasukan sekitar 170 ribu personel, menurut CIA World Factbook. Sebagian besar merupakan sukarelawan.

Meski begitu, negara itu juga melatih sekitar 120 ribu pasukan cadangan setiap tahun.

Bulan lalu, Taiwan mengumumkan akan meningkatkan wajib militer bagi pria menjadi satu tahun. Keputusan itu naik dari sebelumnya hanya empat bulan.

Laki-laki dengan usia 18-36 tahun harus menjadi sukarelawan untuk bertugas di militer atau menjalani masa wajib militer dalam pasukan cadangan.

Pada 2021, militer Taiwan sempat diisi oleh 15 persen perempuan dari total militer negara itu. Namun sebagian besar dari mereka ditugaskan di bidang non-tempur.(*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan