Kajianberita.com
Beranda Ekonomi BI : Likuiditas Perbankan Saat Ini Memadai untuk Dorong Peningkatan Kredit

BI : Likuiditas Perbankan Saat Ini Memadai untuk Dorong Peningkatan Kredit

Ilustrasi likuiditas bank. (kajianberita/pasardana)

MEDAN – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan likuiditas perbankan dan perekonomian sekarang ini memadai. Terutama untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan dan pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Pada Desember 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap tinggi, mencapai 31,20%. Kemudian meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 30,42%.

Sehingga mendukung ketersediaan dana bagi perbankan untuk penyaluran kredit atau pembiayaan bagi dunia usaha.

“Hal ini sejalan dengan stance kebijakan likuiditas yang akomodatif oleh Bank Indonesia,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat memaparkan hasil RDG, Kamis (19/1/2023) sore.

Likuiditas perekonomian juga tetap memadai dalam mendukung kegiatan ekonomi. Tercermin pada uang beredar yang tumbuh masing-masing sebesar 9,5%.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan stabilitas yang tetap terjaga,” jelas dia.

Selain itu, sambungnya, suku bunga perbankan mengalami kenaikan, namun masih kondusif untuk mendukung pemulihan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga Indonesia pada 18 Januari 2023 naik 222 bps dibandingkan dengan level akhir sebelum kenaikan BI7DRR di bulan Juli 2022 menjadi sebesar 5,02%.

Kondisi ini, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 55 bps, sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang tetap terkendali.

Suku bunga deposito 1 bulan pada Desember 2022 tercatat 3,97% atau meningkat 108 bps dibandingkan dengan level Juli 2022, sementara suku bunga kredit Desember 2022 tercatat 9,15% atau meningkat 21 bps dibandingkan dengan level Juli 2022.

Kenaikan suku bunga perbankan yang terbatas tersebut dipengaruhi oleh masih longgarnya likuiditas perbankan. Termasuk karena dukungan kebijakan Bank Indonesia yang memberikan insentif Makroprudensial.

Yakni berupa pengurangan GWM bagi bank yang menyalurkan kredit kepada sektor prioritas dan inklusif.

Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan untuk membentuk suku bunga kredit yang efisien, akomodatif, dan kompetitif yang dapat mendukung pemulihan ekonomi.

Perry juga mengungkapkan intermediasi perbankan pada 2022 terus meningkat dan diprakirakan berlanjut pada tahun 2023.

Pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2022 tumbuh 11,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,24% (yoy).

Peningkatan pertumbuhan kredit terjadi merata pada seluruh sektor ekonomi dan seluruh jenis kredit terutama Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja.

Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan pada Desember 2022 sebesar 20,1% (yoy).

Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar 6,6% (yoy).

Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut, khususnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tumbuh tinggi sebesar 29,66% (yoy).

Perbaikan intermediasi perbankan didukung sisi penawaran kredit sejalan likuiditas perbankan yang memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan yang longgar.

Permintaan kredit juga meningkat sejalan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang membaik yang mendorong kenaikan permintaan pembiayaan.

“Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, inklusif dan berkelanjutan, untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan kepa​da sektor-sektor prioritas yang belum pulih, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, dalam rangka mendukung pemulihan perekonomian,” tuturnya.

Dengan perkembangan tersebut serta sinergi kebijakan yang dilakukan otoritas, sektor keuangan, dan dunia usaha, maka pertumbuhan kredit pada 2023 diprakirakan berada pada kisaran 10 – 12% (yoy). (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan