Kajianberita.com
Beranda Nasional Gawat, Seorang Siswi TK Diduga Diperkosa Tiga Bocah 8 Tahun di Mojokerto

Gawat, Seorang Siswi TK Diduga Diperkosa Tiga Bocah 8 Tahun di Mojokerto

Siswi TK di Mojokerto diduga diperkosa tiga murid SD. (Ilustrasi)

MOJOKERTO– Gawat, seorang siswi Taman kanak-kanak (TK) di Dlanggu, Mojokerto diduga diperkosa oleh tiga siswa sekolah dasar.

Kasus tersebut pun kabarnya telah dimediasi oleh pihak pemerintah desa setempat. Bahkan, mediasi itu sudah dilakukan hingga dua kali.

“Ini sudah dua kali dimediasi oleh pemerintah desa setempat. Tanggal 9 dan 16 Januari lalu. Tetapi mediasi tidak mencapai titik temu. Sehingga proses hukum terus berjalan,” ujar kuasa hukum korban, Krisdiyansari, dilansir dari sejumlah laman, Jumat (20/1/2023).

Krisdiyansari menyebutkan bahwa anak perempuan berusia 6 tahun siswi salah satu TK di Kecamatan Dlanggu itu mengaku sudah lima kali diperkosa salah seorang pelaku. Sedangkan dua temannya terlibat sekali melakukan aksi pemerkosaan.

Dan ketiga pelaku itu merupakan bocah yang tinggal tak jauh dari kediaman korban di kawasan Dlanggu.

Peristiwa dugaan pemerkosaan dan pencabulan itu terjadi pada Sabtu (7/1/2023) antara pukul 11.00 sampai 13.00 WIB. Menurut Krisdiyansari, korban diduga diperkosa oleh ketiga bocah pelaku di sebuah rumah kosong.

“Pelaku pertama memperkosa korban. Kemudian dia menyuruh temannya melakukan hal yang sama. Jika tidak, mereka diancam mau dipukul dan tidak dijadikan teman. Pengakuan korban, dua pelaku memperkosa, satunya mencabuli,” katanya.

Krisdiyansari menjelaskan bahwa saat itu dua teman korban berada di depan rumah kosong tempat terjadinya dugaan perkosaan. Salah seorang teman korban menceritakan peristiwa itu kepada pengasuhnya. Si pengasuh menceritakan itu ke nenek dan ibu korban pada Minggu (8/1/2023).

Kontan ibu korban yang geram melabrak orang tua bocah terduga pelaku. Selanjutnya, ibu korban melaporkan apa yang dialami putrinya ke P2TP2A Mojokerto pada Selasa (10/1/2023). Tak cukup itu orang tua korban juga melaporkan hal itu ke Polres Mojokerto.

“Hasil visum terhadap korban di RSUD Prof dr Soekandar memang menyatakan ada luka akibat memaksakan benda masuk ke dalam alat kelamin korban,” ujar Krisdiyansari.

Hal itu pun dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani.

Gondam mengaku jika pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban.

Kasus dugaan persetubuhan dengan korban dan pelaku anak-anak ini masih diselidiki Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Iya benar, masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Krisdiyansari kembali menjelaskan jika Korban sempat menceritakan kepada psikolog yang melakukan pemeriksaan terhadap dirinya bahwa pemerkosaan itu sudah lima kali dia alami, dan dilakukan salah satu bocah terduga pelaku. Sedangkan dua terduga pelaku lain hanya terlibat pada tanggal 7 Januari 2023.

“Yang empat kali sepanjang 2022 di rumah salah seorang pelaku persis di sebelah rumah korban. Ketika kedua orang tua pelaku bekerja jualan sayur sehingga tidak ada orang di rumah,” ujar Krisdiyansari.

Krisdiyansari menjelaskan bahwa saat ini korban masih enggan sekolah karena malu. Anak perempuan berusia 6 tahun itu sangat membutuhkan trauma healing.

“Sekarang korban tidak sekolah lagi karena teman-temannya sudah pada tahu. Psikolog cuma pemeriksaan, kalau sampai terapi belum ada,” ujarnya mengakhiri. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan