Kajianberita.com
Beranda Nasional Ngemis Mandi Lumpur Viral, TikTok : Komunitas Jangan Berpartisipasi

Ngemis Mandi Lumpur Viral, TikTok : Komunitas Jangan Berpartisipasi

Beberapa aksi ngemis mandi lumpur para nenek di TikTok. 9kajianberita/layar tangkap TIkTok)

MEDAN – Konten nenek mandi lumpur lagi viral di ranah media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Dalam video yang disiarkan dalam akun TikTok ini, konten kreator dengan akun @intan_komalasari92 itu ‘ngemis’ penonton TikTok Live untuk mengirim gift.

Para nenek yang ikut dalam konten mengaku senang-senang saja dengan aksinya, lantaran melalui aksi tersebut ada yang bisa mendapatkan duit hingga Rp 9 juta per konten.

Aksi tersebut langsung menuai reaksi dari berbagai pihak, mulai dari warganet, Kemensos, hingga Kominfo.

Beberapa warganet mengatakan, ini adalah tren gaya baru yang digunakan untuk ‘ngemis’.

Dengan menyiarkan secara langsung aksi ‘ngemis’ online tersebut, pembuat konten mendulang cuan dengan menerima berbagai gift atau hadiah dari penonton di TikTok.

Diketahui, ada banyak gift yang bisa diberikan pengguna ke pembuat konten. Salah satu gift di platform milik Bytedance ini adalah TikTok Universe.

Selain TikTok Universe, penonton juga dapat memberikan apresiasi dalam bentuk reaksi, bunga, kembang api, dan lainnya. Ada juga hadiah berupa Singa, Yacht, Mahkota Berlian, Mobil Balap, dan masih banyak lainnya.

Seluruh gift dapat dibeli menggunakan koin TikTok yang dibeli menggunakan uang dunia nyata dimana 1 koin TikTok dihargai sekitar Rp 250.

Sementara untuk harga gift TikTok Universe, pengguna dapat membelinya dengan 334999 koin atau dirupiahkan adalah sekitar Rp 8,242,000.

Lalu bagaimana tanggapan TikTok sebagai penyedia layanan tentang hal ini?

“Keamanan dan keselamatan komunitas TikTok adalah prioritas utama kami. Sehubungan fenomena tersebut, kami sangat prihatin atas konten tersebut,” kata Perwakilan TikTok Indonesia seperti dilansir Liputan6, Sabtu (21/1/2023).

Mereka menambahkan, “TikTok tidak menyarankan anggota komunitas untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat membahayakan mereka.”

Selain itu, platform milik Bytedance tersebut juga mengklaim terus berupaya untuk menjaga agar TikTok menjadi tempat aman dan ramah bagi penggunannya melalui kebijakan, sistem, serta edukasi dari Panduan Komunitas TikTok.

“Bila menemukan konten dianggap tidak pantas, maka anggota komunitas dapat melaporkan konten tersebut melalui fitur keamanan tersedia di dalam aplikasi TikTok,” jelasnya.

Untuk melaporkan konten atau akun yang dianggap tidak pantas seperti pengemis online mandi lumpur ini, pengguna dapat melakukannya dengan menekan lama pada konten siaran langsung di TikTok Live.

Setelah itu, pengguna dapat mengeklik ‘Laporkan’, lalu memilih alasan relevan. “Dari video (termasuk akun dan sesi livestreaming) yang dilaporkan, video yang diduga melanggar Panduan Komunitas TikTok akan dievaluasi lebih lanjut untuk dihapus,” pungkasnya.

Sementara Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengeluarkan Surat Edaran ditujukan kepada pemerintah daerah untuk melarang eksploitasi warga lanjut usia (lansia). Hal ini merespon maraknya lansia jadi pengemis online di media sosial.

Edaran dimaksud adalah Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan Lainnya.

Dalam edaran yang diterbitkan 16 Januari 2023 itu, para gubernur dan bupati/wali kota diimbau untuk mencegah adanya kegiatan mengemis baik yang dilakukan secara luring maupun daring di media sosial yang mengeksploitasi para lansia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya.

Seperti dilansir dari Antara, Edaran Mensos juga mengatur tindakan yang harus dilakukan jika menemukan kegiatan eksploitasi.

Pemerintah daerah dan masyarakat diminta melaporkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja apabila menemukan kegiatan mengemis dan/atau eksploitasi para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya.

Tidak hanya itu, pemda diminta untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi sosial, dan bantuan kepada para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya yang telah menjadi korban eksploitasi melalui mengemis baik yang dilakukan secara luring maupun daring di media sosial.

Sebelumnya, Mensos Risma berjanji akan menyurati pemda terkait isu pengemis online yang sedang ramai di media sosial. “Nanti saya surati ya. Ndak, ndak (bukan ke kepolisian). Saya imbauan ke daerah, Itu (pengemis online) memang enggak boleh,” kata dia. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan