Kajianberita.com
Beranda Ekonomi Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil di Libur Imlek

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil di Libur Imlek

Ilustrasi pasar tradisional. (kajianberita/delia)

MEDAN – Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut Gunawan Benjamin menuturkan harga sejumlah kebutuhan pokok selama perayaan imlek terpantau cukup stabil. Selain itu, aktivitas di pasar tradisional juga normal. Meskipun beberapa pedagang yang merayakan Imlek lebih memilih untuk menutup lapak dagangannya.

Sejumlah harga kebutuhan pangan juga relatif stabil, dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan saat sebelum imlek.

Kecuali untuk harga cabai merah yang mengalami kenaikan sekitar 5 ribu per Kg nya. Namun kenaikan harga cabai merah tersebut lebih dikarenakan oleh pasokan dari petani yang mengalami penurunan.

“Long weekend (libur panjang) Imlek, petani di sejumlah sentra produksi tanaman cabai lebih memilih untuk beribadah. Dan ini biasa terjadi di awal pekan, dan saya menilai bahwa kenaikan harga cabai ini hanya sementara. Sejauh ini, harga cabai merah ditransaksikan dikisaran Rp 33 hingga Rp 38 ribu per kg di Kota Medan,” jelasnya, Selasa (24/1/2023).

Untuk harag sayur sayuran juga sudah kembali normal, seperti harga sebelum kenaikan tajam pada bulan Desember lalu. Harga cabai rawit ada dikisaran Rp 40 ribuan per Kg, harga daging ayam masih stabil dikisaran Rp 32 ribuan per Kg. Daging sapi juga terpantau stabil dikisaran Rp 120 hingga Rp 130 ribuan per Kg, harga telur ayam dikisaran Rp 28 ribuan per Kg.

Sementara itu untuk komoditas bawang merah stabil di Rp 31 ribuan per Kg dan bawang putih stabil dikisaran Rp 22 ribuan per Kg. Minyak goreng curah juga stabil di angka Rp 15 ribuan per Kg, harga gula pasir juga stabi dikisaran angka Rp 14 hingga Rp 15 ribuan per Kg. Untuk harga beras juga belum berubah dalam rentang Rp 9.750 hingga Rp 13 ribuan per Kg.

“Dari hasil pengamatan di lapangan khususnya dari sejumlah sentra produksi cabai wilayah Sumut. Terjadi penurunan jumlah produksi seiring dengan tanaman yang sudah memasuki akhir siklus produksi,” tuturnya.

Sehingga, sambung Gunawan, produksi cabai dari wilayah Karo dan sekitarnya berpeluang mengalami penurunan Meski demikian, sejauh ini produksi dari wilayah Takengon mengalami peningkatan yang signifikan.

“Harga cabai di bulan ini masih akan mampu bertahan dibawah Rp 40 ribuan per Kg. Akan tetapi sebaiknya pemerintah perlu mempertimbangkan potensi penurunan produksi tanaman cabai menjelang¬† musim kering kuartal pertama 2023. Karena harga rawan untuk mengalami kenaikan nantinya. Mitigasi harus dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan