Kajianberita.com
Beranda Headline Jangan Tertipu, Komnas Haji yang Mendukung Kenaikan ONH Bukan Lembaga Negara!

Jangan Tertipu, Komnas Haji yang Mendukung Kenaikan ONH Bukan Lembaga Negara!

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj, kader NU yang mendukung kenaikan Ongkos Naik Haji (photo Istimewa)

WACANA tentang kenaikan ongkos naik haji  (ONH) yang ditawarkan oleh Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas terus menuai perdebatan. Ada yang setuju, tapi banyak pula  yang kontra.

Salah satu lembaga yang begitu getol mendukung rencana kenaikan ONH itu adalah Komisi Nasional Haji  atau Komnas Haji. Orang pun bertanya, lembaga apa ini? Apa legal standing Komnas Haji ini?

Munculnya pertanyaan itu sangat wajar, sebab dari namanya seakan Komnas Haji identik dengan Komnas HAM, Komnas Anak atau Komnas Perempuan yang merupakan lembaga dalam naungan Pemerintah.

Namun KajianBerita.com menelusuri lebih lanjut tentang keberadaan Komnas Haji ini menemukan fakta bahwa lembaga ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemerintah. Komnas Haji murni merupakan lembaga swadaya masyarakat bentukan orang-orang tertentu.

Mereka menggunakan nama Komnas Haji untuk mengundang daya tarik masyarakat atas lembaga ini. Apalagi lembaga ini fokus memantau pelaksanaan kegiatan pelaksanaan ibadah haji dan umroh di Indonesia. Lembaga ini didirikan sekaligus dipimpin oleh Mustolih Siraj, seorang pengacara yang tinggal di Jakarta.

Tentu tidak ada yang salah dari keputusan Mustolih mendirikan dan memimpin lembaga tersebut. Lagi pula di negeri ini kebebasan berorganisasi dilindungi oleh negara sebagaimana ditegaskan di dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Namun harus pula dipahami bahwa Mustolih adalah seorang  kader Nahdhatul  Ulama (NU) yang mungkin saja sangat dekat dengan Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas.

Tidak heran jika ada kecurigaan kalau keberadaan Komnas Haji justru untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang dijalankan Menteri agama. Bukan hal yang baru lagi kalau Menteri Yaqut memang kerap mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Dalam kontek kenaikan ONH ini, Komnas Haji seakan merupakan bamper utama Menteri agama. Lihat saja bagaimana getolnya Mustolih Siraj mendukung rencana Yaqut yang melontarkan wacana untuk menaikkan ONH dari Rp 39,8 juta menjadi  Rp 69 juta.

“Keputusan kenaikan itu sulit untuk dibantah. ONH memang harus dinaikkan,” katanya.

Suara Komnas Haji ini bertolak belakang dengan sikap kritis yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tegas menolak kenaikan ONH tersebut.   Waketum MUI Anwar Abbas menilai, kenaikan itu terlalu berlebihan.

“Kenaikan yang paling mencolok dari biaya haji tahun 2023 ini adalah menyangkut biaya akomodasi di Mekkah dan di Medinah. Yang membuat kita bertanya-tanya mengapa tingkat kenaikannya setinggi itu,” ujarnya Minggu (22/1/2023).

Anwar Abbas menuding ada permainan yang justru dilakukan oleh pengusaha di Arab Saudi. Dia menyebut ada upaya pengusaha di negara tersebut untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Bukan tidak mungkin permainan itu juga melibatkan pejabat tertentu di Indonesia

“Ada kesan para pengusaha Saudi benar-benar berperan sebagai price setter di mana masalah harga, merekalah yang menentukan dengan memanfaatkan situasi yang ada untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Anwar Abbas berharap biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah bisa ditinjau ulang kembali. Dia juga mendorong agar Pemerintah Arab Saudi turun tangan memberi penjelasan terkait kenaikan harga tersebut.

Terkait keberadaan Komnas Haji yang mendukung kenaikan ONH, Abbas tidak menanggapinya. Namun ia meminta masyarakat agar kritis menilai rencana Menteri Agama yang menaikkan ONH tersebut. Jangan terlena dengan pihak-pihak yang mendukung kenaikan itu.

“Untuk itu kita meminta agar harga biaya akomodasi di Mekkah dan di Madinah ditinjau ulang agar harga yang terbentuk benar-benar merupakan harga yang wajar. Kita harapkan agar Pemerintah Saudi turun tangan untuk menstabilkan harga agar para jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji tidak terbebani dengan biaya yang besar,” ujar Anwar Abbas.

Sikap MUI yang menolak rencana kenaikan ONH ini sangat masuk diakal, sebab jika dibanding dengan negara tetangga Malaysia, ONH di sana justru lebih murah, yakni sekitar Rp 45,6 juta.

Kalaupun ada kekurangan atas biaya yang dikeluarkan jamaah, Pemerintah Malaysia telah memberikan subsidi. MUI berharap Pemerintah Indonesia menjalankan kebijakan yang sama seperti halnya Malaysia.

Namun sampai saat ini wacana seputar kebaikan ONH ini masih terus berjalan. Komnas Haji termasuk yang turut mendorong agar usulan Menteri Agama bisa diterima masyarakat.  Sikap Komnas Haji ini tentu saja mengundang pertanyaan dari masyarakat terkait asal muasal lembaga tersebut.

Tim redaksi KajianBerita telah menghubungi Mustolih Siraj melalui instagramnya untuk bertanya seputar Komnas Haji yang didirikannya. Komunikasi lewat media sosial terpaksa dilakukan, sebab tidak ada satu pun informasi lengkap seputar sejarah, tujuan atau visi misi tentang lembaga bernama Komnas Haji ini.

Namun sampai berita ini ditampilkan di laman KajianBerita, Mustolih tidak merespon pertanyaan itu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan