Kajianberita.com
Beranda Headline Ssst..! Ada Jenderal yang Bergerilya Bantu Meringankan Hukuman bagi Sambo

Ssst..! Ada Jenderal yang Bergerilya Bantu Meringankan Hukuman bagi Sambo

Ferdy Sambo tersangka utama pembunuhan Brigadir Josua HUtabarat

FERDI Sambo, istrinya Putri Candrawathi serta ajudan dan para pembantunya telah menjalani prosesi tuntutan hukum di pengadilan. Tak lama lagi para tersangka yang terlibat pembunuhan Brigadir  Josua ini akan mendengarkan vonis dari Majelis hakim. Namun sebelum vonis dibacakan, beredar kabar adanya seorang jenderal bintang satu yang bergerilya untuk membantu meringankan hukuman  bagi Sambo cs.

Rumor mengenai keberadaan jenderal bintang satu itu telah menjadi pembicaraan di ruang public, bahkan hingga di rapat tertutup tingkat Menteri. Menko Polhukam Mahfud MD telah mengingatkan agar jenderal bintang satu itu tidak macam-macam mencampuri urusan pengadilan.

Soal keberadaan jenderal  itu kembali disinggung oleh Martin Lukas Simanjuntak, pengacara keluarga korban Josua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Menurutnya, peran sang jenderal tak jauh dari motif loyalitas maupun akibat uang dan jaringan Ferdy Sambo.

Martin mengatakan bahwa pihak yang hukumannya berusaha diringankan adalah Ferdy Sambo dan orang dekatnya. Di antaranya termasuk sang istri, Putri Candrawathi dan para ajudan lain. Namun Richard Eliezer alias Bharada E yang kini menjadi Justice Collaborator selaku pengungkap kasus, tidak ikut jaringan tersebut.

“Saya pikir yang mau diringankan itu bukan hanya Ferdy Sambo ya, tapi juga minimal istri dan juga para ajudan yang lain selain Richard,” terang Martin, dikutip tayangan YouTube, Senin (23/1/2023).

Martin menekankan bahwa jabatan lawas Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri, telah memberikan keuntungan dan kekuatan untuknya. Karenanya, Martin menilai, masih ada pihak yang loyal pada Ferdy Sambo entah karena alasan pribadi atau pertukaran sesuatu.

“Sebenarnya sudah seringkali menyampaikan ini bahwa Ferdy Sambo itu memiliki uang yang banyak dan juga memiliki networking. Ferdy sambo lepas jabatan (Kepala) Div Propam, bukan berarti jaringan itu meninggalkan dia. Ada sebagian yang cari aman meninggalkan dia, namun ada juga sebagian yang loyal ya, karena loyalitas atau loyal karena bargaining,” tambahnya.

Martin lantas menyoroti buku catatan warna hitam yang selalu dibawa Ferdy Sambo. Ia menduga buku tersebut berisi catatan utang dari pihak lain terhadap Ferdy Sambo.

“Coba lihat buku hitam yang suka dibawa-bawa pak Ferdy Sambo ya, itu saya pikir ada banyak informasi di situ mengenai ‘utang-utang seseorang’ ya, baik material maupun immaterial,” kata Martin.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD mengakui ada konspirasi gelap yang berusaha dilakukan seorang jenderal untuk mengintervensi kasus. Namun, Martin menduga jenderal tersebut juga dibantu oleh pensiunan untuk melakukan lobi dengan tujuan meringankan hukuman Ferdy Sambo.

“Kemarin ada informasi bahwa ada jenderal bintang satu yang katanya gentayangan melakukan gerakan bawah tanah,” ujar Martin.

“Apakah ini hanya satu-satunya? Atau mungkin saja ada mantan jenderal yang bintangnya lebih dari satu yang ikut serta melobi-lobi untuk meringankan Ferdy Sambo dan istrinya,” tandasnya.

Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo diduga masih memiliki kekuatan dan bekingan dari kalangan kepolisian. Diperkirakan ada peran kakak asuh untuk membantu eks jenderal bintang dua tersebut. Karenanya, staf ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muradi, mendorong aparat untuk melakukan penyelidikan terkait keterlibatan mereka.

Menurut Muradi, ada tiga jenis pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pertama adalah eksekutor, kemudian pelaku yang terlibat dan pelaku yang tidak terlibat langsung.

“Keterlibatan (dalam kasus Brigadir J) tadi kan ada tiga. Pelaku langsung, orang yang terlibat langsung, dan orang yang tidak terlibat langsung tapi ikut di dalamnya,” kata Muradi.

“Bisa jadi kakak asuh itu adalah yang ketiga. Kakak asuh ini adalah yang tidak terlibat langsung, tapi kemudian ikut merancang, ikut mendorong.”

Meski tak menjelaskan sosok tersebut, Muradi mengatakan bahwa kakak asuh itulah yang memuluskan jalan Ferdy Sambo menjadi jenderal. Ia juga mengatakan bahwa kakak asuh Ferdy Sambo tersebut merupakan pensiunan atau mereka yang menjabat posisi strategis di kepolisian.

“Untuk FS ini saya menyebutnya masih dekat dan tanda kutip dikendalikan oleh kakak asuh yang sudah pensiun tadi,” ujar Muradi.

Ada dua kemungkinan yang diprediksi Muradi terkait peran kakak asuh ini. Selain dugaan sang senior ikut merancang skenario, ada pula kemungkinan bahwa Ferdy Sambo turut menipu kakak asuhnya sendiri.

Di sisi lain, Muradi menilai bahwa kekuatan Ferdy Sambo masih mencengkeram kuat di kepolisian. Hal ini terlihat dari saat rekonstruksi di mana dapat disimpulkan bahwa Ferdy Sambo masih memiliki bekingan dari aparat.

Muradi berharap pemeriksaan dapat menyentuh sosok di balik Sambo yang jauh mempunyai power untuk mengendalikan Ferdy Sambo. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan