Kajianberita.com
Beranda Internasional Di Tengah Tingginya Angka Kematian Covid 19 di China, Pembuat Peti Jenazah Tak Sempat Istirahat

Di Tengah Tingginya Angka Kematian Covid 19 di China, Pembuat Peti Jenazah Tak Sempat Istirahat

Salah seorang pembuat peti jenazah di China. (kajianberita/bbc)

SHANXI – Para pembuat peti jenazah di bagian utara provinsi Shanxi, di China sedang sibuk memenuhi pesanan. Para pemahat andal mengukir kayu yang masih baru dipotong.

Seperti dilansir BBC, Kamis (26/1/2023) dalam beberapa bulan terakhir, mereka mengaku belum sempat beristirahat.

Seorang penduduk desa yang hendak memesan peti, mengatakan bahwa peti-peti jenazah di daerah itu sudah habis terjual.

Ia tertawa dengan sentuhan humor gelap yang menjadi ciri khas daerah itu bahwa para pekerja di sektor pemakaman telah meraup ‘keuntungan kecil’.

Ada banyak perdebatan terkait angka kematian sebenarnya akibat Covid-19 di China di kala virus menyebar ke kota-kota besar.

Sekitar 80 persen dari populasi, yakni lebih dari satu miliar orang, telah mengidap Covid-19 sejak China mencabut kebijakan ‘nol Covid’ Desember lalu, menurut epidemiolog terkemuka Wu Zunyou.

Akhir pekan lalu, China melaporkan jumlah kematian terkait Covid mencapai 13.000 jiwa dalam waktu kurang dari seminggu, menambah total kematian awal, yakni 60,000 jiwa yang sudah tercatat sejak bulan Desember.

Namun, angka kematian tersebut belum tentu mencerminkan situasi yang sebenarnya.

Sebab, kematian yang dihitung hanya yang terjadi di rumah sakit, sementara di desa-desa hanya ada sedikit layanan kesehatan dan pengidap Covid-19 yang meninggal di rumah sebagian besar tidak terhitung.

Bahkan, sampai sekarang belum ada estimasi resmi terkait angka kematian di wilayah pedesaan. Tetapi BBC menemukan bukti bahwa jumlah korban yang tewas kian meningkat.

Namun, angka kematian tersebut belum tentu mencerminkan situasi yang sebenarnya.

Sebab, kematian yang dihitung hanya yang terjadi di rumah sakit, sementara di desa-desa hanya ada sedikit layanan kesehatan, serta pengidap Covid-19 yang wafat di rumah sebagian besar tidak terhitung.

Bahkan, sampai sekarang belum ada estimasi resmi terkait angka kematian di wilayah pedesaan. Tetapi BBC menemukan bukti bahwa jumlah korban yang tewas kian meningkat. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan