Kajianberita.com
Beranda Sumut Kejati Sumut Diapresiasi Tuntut Mati Pengedar Narkoba

Kejati Sumut Diapresiasi Tuntut Mati Pengedar Narkoba

Kajianberita/istimewa

MEDAN – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkoba (DPD Granat) Sumatera Utara mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto dan jajarannya, atas ketegasannya dalam mendukung bandar dan pengedar narkoba dituntut mati.

Apresiasi itu disampaikan Ketua DPD Granat Sumut Sastra, dalam surat tertulisnya kepada Kajati Sumut Idianto, Jumat (27/01/2023).

Sastra mengatakan pemberian apresiasi tersebut berkenaan dengan tuntutan mati oleh jaksa penuntut umum terhadap 2 orang pengedar 24 kg narkoba jenis sabu-sabu, yaitu: Alimuddin alias Muddin (34 tahun) dan Muhdi Affan alias Mahdi (54 tahun) dihadapan Majelis Hakim persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Medan, Selasa, 24 Januari 2023 lalu.

“Untuk itu kami nilai, jaksa penuntut umum sudah tepat tuntutannya dalam penegakan hukum maksimal terhadap pelaku/sindikat Kejahatan Narkoba selaras dengan upaya keras Pemerintah terhadap Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” kata Sastra.

Sastra menambahkan Granat pun mengapresiasi dan memberi penghargaan serta mendukung kinerja jaksa dari Kejati Sumut dan Kejari Medan dalam Program P4GN seperti digaungkan pemerintah.

Menanggapi apresiasi DPD Granat Sumut ini, Kejati Sumut Idianto, melalui Kasi Penkum, Yos A Tarigan, menyambut baik atas penghargaan yang diberikan kepada Kejati Sumut.

“Tidak hanya dua perkara di atas yang dituntut mati oleh JPU, pada perkara-perkara narkoba di 2022 juga tim JPU Kejati Sumut telah menuntut mati sebanyak 32 terdakwa kasus narkoba dan tuntutan seumur hidup kepada 4 terdakwa kasus narkoba,” papar Yos A Tarigan.

Seluruh jajaran Kejati Sumut sepakat untuk memberikan pelayanan terbaik dan rasa keadilan yang sesungguhnya kepada masyarakat.

“Pak Kajati tegas dan berani dalam mengambil sikap. Bisa kita bayangkan korban dari narkoba ini adalah anak-anak generasi penerus bangsa, dampaknya bisa menyebabkan lost generation (kehilangan generasi) berikutnya,” sebutnya

‘”Itu sebabnya JPU tegas dalam membuat tuntutannya, dengan harapan hakim juga memutuskan sesuai fakta tuntutan jaksa,” tutupnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan