Kajianberita.com
Beranda Politik Peserta Pemilu Ingin Kampanye Di Medsos?, Siapkan 10 Akun di Tiap Platform

Peserta Pemilu Ingin Kampanye Di Medsos?, Siapkan 10 Akun di Tiap Platform

Kajianberita/unplash

JAKARTA – Pesta demokrasi atau pemilu di Indonesia akan berlangsung pada 2024. Berbagai peraturan pemilihan lima tahun sekali itu telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk masa kampanye.

Pada peraturan kampanye pemilu, KPU menegaskan para peserta pemilu hanya dapat memiliki maksimal 10 akun media sosial di setiap platform pada masa kampanye Pemilu 2024.

Hal itu ditegaskan Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan Internal KPU RI, Mochammad Afifuddin, saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Pers dan Pemilu Serentak 2024” di Jakarta, yang dilansir dari berbagai sumber, Jumat (27/01/2023).

Peraturan itu telah diatur oleh pihaknya dalam Pasal 35 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

“Di Pasal 35 PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, medsos bisa dibuat paling banyak (oleh peserta pemilu) 10 akun. Contohnya, Instagram-nya 10, Facebook-nya 10,” ujar Afif.

Sebagaimana dimuat dalam Pasal 35 Ayat (1) PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, disebutkan bahwa peserta pemilu dapat melakukan kampanye melalui media sosial.

Kemudian di Ayat (2), disebutkan akun media sosial yang digunakan oleh peserta pemilu untuk melakukan kampanye dapat dibuat paling banyak 10 akun untuk setiap jenis aplikasi atau platform.

“Berikutnya dalam Ayat (3), disebutkan desain dan materi pada media sosial paling sedikit memuat visi, misi, dan program peserta pemilu,” ujarnya.

Afif mengatakan saat ini KPU telah membentuk gugus tugas atau satuan tugas (satgas) untuk mengawasi akun-akun di media sosial di tengah penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

Gugus tugas itu, lanjutnya  terdiri atas KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang menjembatani seluruh platform.

“Tanda tangan pertama satgas ini di Bawaslu waktu itu. Kalau enggak salah, ada 13 platform,” ungkapnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan