Kajianberita.com
Beranda Nasional Waduh!!, Ternyata Otak Pelaku Pencurian Di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Eks Wali Kota Samanhudi Anwar

Waduh!!, Ternyata Otak Pelaku Pencurian Di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Eks Wali Kota Samanhudi Anwar

kajianberita/pexels

JAWA TIMUR – Mantan Wali Blitar, Samanhudi Anwar, ditangkap pihak kepolisian karena diduga menjadi otak pelaku perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Toni Harmanto, mengatakan penangkapan Samanhudi Anwar dipastikan karena keterlibatan kasus pencurian dengan kekerasan di rumah dinas Wali Kota Blitar.

“Pelaku ditangkap di salah satu tempat olahraga di Kota Blitar sekitar Pukul 03.00 WIB, Jumat (27/01/2023),”  kata Toni yang dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (28/01/2023)

Toni menyampaikan, penangkapan tersebut merupakan hasil penyidikan lanjutan dari tiga tersangka sebelumnya yang telah ditangkap. Kemudian, penangkapan itu ditegaskan dengan alat bukti dan fakta hukum, dan berdasarkan hasil pemeriksaan intensif dari para pelaku.

“Dengan fakta-fakta dan bukti-bukti, dan fakta hukum yang kita peroleh dan kami yakini, sehingga kami memastikan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam pencurian dan kekerasan di rumah dinas,” ucapnya.

Kapolda menambahkan Samanhudi disangkakan sebagai pelaku yang turut membantu kejahatan dan dijerat Pasal 365 juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Peran Samanhudi,  lanjut Toni, bermula kasus ini saat Samanhudi bertemu dengan tersangka berinisial NT dan A yang sama-sama mendekam di Lapas Sragen. Di sanalah mereka merencanakan aksinya.

Samanhudi, kata Toni, memberikan informasi mengenai keberadaan tempat penyimpanan uang. “Serta memberikan informasi waktu yang baik untuk melakukan aksi kejahatan itu,” tutur Toni.

Tersangka NT kemudian mengajak empat orang kawannya selanjutnya melakukan perampokan pada Desember 2022 lalu. Motif Samanhudi merencanakan aksi kejahatan itu diduga karena balas dendam pada Santoso berkaitan dengan masalah politik.

Namun hal itu masih didalami. Samanhudi yang diduga juga mendanai aksi kejahatan itu dengan memberi dana pembelian mobil.

Diketahui, Samanhudi Anwar merupakan kader PDIP. Ia sebelumnya pernah menjalani hukuman atas kasus suap pembangunan gedung baru SMPN 3 Blitar yang diusut KPK.

Pada 2019 Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 5 tahun penjara karena Samanhudi terbukti menerima suap Rp 1,5 juta dari ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan tingkat pertama.

Semula Samanhudi dipenjara di Lapas Kelas II B Blitar. Namun untuk keperluan pembinaan, pada Agustus 2020 dia dipindahkan ke Lapas Sragen, Jawa Tengah. Di lapas itulah Samanhudi kenal tersangka NT dan memberinya order merampok rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso.

Pengusutan kasus pencurian itu berlanjut, setelah tiga dari lima tersangka kasus curas di rumah dinas Wali Kota Santoso. Mereka berinisial NT, AJ dan AS/ASN ditangkap.

Penangkapan oleh polisi dilakukan di Bandung, Jawa Barat; Jombang, Jawa Timur dan Medan, Sumtera Utara. Adapun dua yang masih DPO ialah Oki Supriadi dan Medi Afriant. Menurut Toni ketiganya merupakan residivis dan telah keluar masuk penjara.

Dalam perampokan di rumah dinas Santoso, NT merupakan pimpinan komplotan. Dari perampokan tersebut pelaku menggondol uang Rp 730 juta serta benda-benda berharga seperti arloji dan perhiasan emas.

Samanhudi menjadi Wali Kota Blitar periode 2010-2015 diusung oleh PDIP. Pria kelahiran Blitar ini kemudian terpilih lagi untuk periode 2016-2021. Dalam pilkada tersebut,  Samanhudi berpasangan dengan Santoso, sesama kader PDIP.

Namun, pada 2018 Samanhudi berurusan dengan KPK sehingga tak bisa melanjutkan jabatannya. Wakil Wali Kota Santoso kemudian naik menjadi Plt Wali Kota. Pada Pilkada 2020, Santoso terpilih sebagai Wali Kota Blitar. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan