Kajianberita.com
Beranda Internasional Pemerintah Jepang Bentuk Badan Khusus Atasi Resesi Seks

Pemerintah Jepang Bentuk Badan Khusus Atasi Resesi Seks

kajianberita/unplash (ilustrasi)

TOKYO – Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida menegaskan pemerintah akan membentuk badan khusus terkait resesi seks yang dialami negara ini. Masalah angka kelahiran di negeri sakura yang rendah dan populasi menua harus segera diatasi.

Dalam keterangannya dihadapan anggota parlemen banyak negara maju juga mengalami persoalan yang sama. Namun, persoalan yang dihadapi Jepang terbilang akut, mengingat Bank Dunia mencatat proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas tertinggi kedua di dunia, setelah Monaco.

“Jumlah kelahiran diperkirakan turun di bawah 800 ribu tahun lalu,” kata Kishida dalam pidato kebijakan yang menandai dimulainya sesi parlemen baru, seperti dikutip dari AFP dan berbagai sumber, Minggu (29/01/2023).

Menurutnya, kebijakan mengenai anak dan pengasuhan anak adalah masalah yang tidak bisa ditunda. Maka dari itu, pemerintah akan meluncurkan Badan Anak dan Keluarga pada April 2023 nanti.

Badan ini dirancang untuk mendukung orang tua dan memastikan “keberlanjutan” di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

“Pemerintah ingin menggandakan pengeluaran untuk program-program terkait anak. Kita harus membangun ekonomi sosial yang mengutamakan anak untuk membalikkan angka kelahiran (yang rendah),” ungkap Kishida.

Diketahui, Jepang saat ini tercatat berpenduduk 125 juta jiwa. Negeri Matahari Tebit ini, telah lama berjuang mengatasi resesi seks. Jepang mencari cara untuk memenuhi kebutuhan penduduk lanjut usia yang tumbuh pesat.

Selain itu, angka kelahiran melambat di sejumlah negara karena beberapa faktor, di antaranya kenaikan biaya hidup, lebih banyak wanita memasuki dunia kerja. Sebagian masyarakat pun memilih menunda untuk memiliki anak. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan