Kajianberita.com
Beranda Uncategorized Ini Keutamaan Sholat Dhuha dan Tata Caranya

Ini Keutamaan Sholat Dhuha dan Tata Caranya

kajianberita/unplash (ilustrasi)

MEDAN – Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai naik hingga menjelang waktu zuhur.

Dikutip dari berbagai sumber, Senin (20/01/2023), bagi umat muslim, Sholat Dhuha merupakan ibadah tambahan yang istimewa karena merupakan warisan langsung dari Rasulullah SAW kepada para sahabat dan seluruh umat Islam.

Karya Imron Mustofa dalam Buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk!, menyebutkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat sunnah Dhuha. Karenanya, hukum Sholat Dhuha adalah sunnah muakkad karena Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk selalu menjalankannya.

Bagi orangtua bisa juga mengajarkan pada anak tentang tata cara sholat Dhuha mulai dari niat, waktu beribadah, doa, dan juga keutamaannya

Keutamaaan Sholat Dhuha

Keutamaan sholat Dhuha telah dijelaskan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW, salah satunya yang dinarasikan Abu Dzar:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Artinya: “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (Subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (Alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (Laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR Muslim).

Melansir dari Buku Referensi Kesejahteraan Psikologis dengan Sholat Dhuha karya Faqih Purnomosidi, S.Psi., M. Pi., berikut adalah tiga keutamaan lain dari sholat Dhuha:

1. Sholat Dhuha merupakan jalan akan rezeki, rahmat, dan nikmat Allah sepanjang hari. Rasulullah bersabda yang artinya: “Wahai anak Adam jangan sekali-kali engkau malas melakukan sholat 4 rakaat pada pagi hari niscaya nanti akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore hari.” (H.R. Al-Hakim dan At-Tabrani, dakam Makhdlori 2012).

2. Sholat Dhuha sebagai pelindung dari api neraka. Rasulullah bersabda yang artinya: “Barang siapa yang melakukan sholat fajar, kemudian ia berdzikir hingga matahari terbit dan melakukan sholat 2 rakaat, niscaya Allah SWT akan mengharamkan api neraka menyentuh tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi, dalam Makhdlori 2012).

3. Sholat Dhuha adalah jalan menuju surga. Rasulullah bersabda yang artinya: “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha (puntu dhuha) dan pada hari kiamat nanti aka nada orang yang memanggil, “dimana orang yang senantiasa mengerjakan Sholat Dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” (H.R. At-Tabrani, dalam Makhdlori 2012).

Waktu Terbaik Menunaikan Ibadah Sholat Dhuha
Dikutip dari buku Fiqh Bersuci dan Shalat sesuai Tuntunan Nabi, rentang waktu untuk melakukan Sholat Dhuha adalah satu menit setelah matahari terbit hingga 10 menit sebelum masuk waktu Dhuhur.

Namun yang terbaik waktunya adalah saat anak unta mulai kepanasan, yaitu pertengahan antara terbit matahari hingga masuk waktu Dhuhur.

صَلاَ ةُ الْأَوَّابِيْنَ حِيْنَ تـَرْمَضُ الْفِصَال

“Sholat awwabin (orang yang kembali kepada Allah) adalah pada saat anak unta mulai kepanasan.” – H.R. Muslim dari Said bin Arqom

Contoh, jika seandainya matahari terbit adalah pada pukul 6 dan waktu Dhuhur adalah pada pukul 12, maka waktu terbaik melaksanakan Sholat Dhuha adalah pada pukul 9 pagi.

Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat Dhuha bisa dilakukan secara sendiri-sendiri ataupun berjamaah. Berikut tata cara sholat Dhuha lengkap dengan niat dan doanya:

Membaca Niat Sholat Dhuha

Niat Shalat Dhuha 2 Rakaat
أصلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى

Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat Dhuha dua rakaat karena Allah.”

Niat Shalat Dhuha 4 Rakaat

أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِآدَاءُ اللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa arba’aa rokaaaatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi taalaa.

Artinya: “Aku niat shalat Dhuha empat rakat karena Allah.”

Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul Ihram, begini doanya:

للهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allaahu akbar kabiroo walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: “Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri.”

Membaca Surat Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah merupakan surat yang wajib dibaca dalam sholat, baik sholat wajib maupun sunnah. Berikut adalah Surat Al-Fatihah dalam lafadz arab, latin, beserta terjemahannya.

Membaca satu surah di dalam Al Quran

Pada rakaat pertama sholat Dhuha dianjurkan membaca surah Asy-Syams, sementara pada rakaat kedua yang dibaca adalah surah Ad-Dhuha, sebagaimana yang disebutkan Ustadz Arif Rahman dalam bukunya, Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW.

Bacaan Doa setelah Sholat Dhuha:

للّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu, kecantikan itu adalah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu.”

“Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh.”

Itulah tata cara Sholat Dhuha dari niat, waktu sholat, kemuliaan, hingga doa dan dzikirnya. Setelah tahu, yuk kita amalkan bersama. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan