Kajianberita.com
Beranda Sumut Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMKN 2 Kisaran Diadili

Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMKN 2 Kisaran Diadili

kajianberita/istimewa

MEDAN – Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Kisaran, Zulfikar, diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (30/01/2023).

Ia didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional (BOS) di SMKN 2 Kisaran. Warga Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan itu dinilai tidak mampu mempertanggung jawabkan, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp969.287.977.

Zulfikar dijerat pidana Pasal 2 dan atau Pasal 3 Ayat 1 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam persidangan lanjutan yang digelar secara virtual hari ini, JPU menghadirkan Bendahara Dana BOS tersebut, Eko Waluyo.

Dihadapan majelis hakim diketuai, Immanuel Tarigan, saksi mengatakan
erdakwa selaku kepsek melakukan pencairan dana BOS sebanyak 5 kali Tahun Anggaran (TA) 2017 lalu.

Menurut saksi, dananya langsung diserahkan kepada Zulfikar selaku kepsek.

Pencairan ke II sebesar Rp75 juta, untuk pegangan saksi sebesar Rp5 juta.

Pencairan ketiga, ada Rp412 juta dan Rp109 juta, Rp161 juta dan Rp2,1 di antaranya untuk bayar honor, kompetensi, belanja peralatan. Kebetulan saksi merupakan Ketua Bidang Perbengkelan SMK 2 Kisaran. Pencairan IV (Rp316 juta) dan V (Rp334 juta) yang Rp86 juta di antaranya untuk kegiatan sekolah.

Namun, keterangan saksi dibantah terdakwa. “Setelah dana BOS kami cairkan uangnya langsung dibagi-bagikan saksi. Siap salah Yang Mulia. Tidak benar. Dananya langsung dibagikan ke kepala program, semua kepala bidang karena pekerjaannya sudah berjalan, bayar honor pegawai dan lainnya,” kata terdakwa.

Setelah mendengar keterangan saksi, majelis hakim memerintahkan JPU Erol Manurung, agar menghadirkan 15 saksi pada sidang berikutnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan