Kajianberita.com
Beranda Nasional CPI Indonesia Peringkat 110, Pemberantasan Korupsi Alami Penurunan Terburuk

CPI Indonesia Peringkat 110, Pemberantasan Korupsi Alami Penurunan Terburuk

Kajianberita/tangkapan layar (Youtube TII)

JAKARTA – Transparency International bersama Transparency International Indonesia (TII) meluncurkan hasil indeks persepsi korupsi atau corruption perception index (CPI) 2022 secara serentak di seluruh dunia.

CPI merupakan indikator komposit untuk mengukur persepsi korupsi sektor publik pada skala nol (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih) di 180 negara dan wilayah, berdasarkan kombinasi dari 13 survei global dan penilaian korupsi menurut persepsi pelaku usaha dan penilaian ahli sedunia sejak 1995.

Transparency International Indonesia mencatat, pada CPI 2022, Indonesia terus mengalami tantangan serius dalam melawan korupsi.

CPI Indonesia di 2022 berada di skor 34/100 dan berada di peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei.

Skor ini turun 4 poin dari tahun 2021 lalu yang berada pada skor 38/100.

“Skor ini turun 4 poin dari tahun 2021 lalu yang berada pada skor 38/100.  Merupakan penurunan paling drastis sejak 1995,” kata Deputi Sekretaris Jenderal TII, Wawan Suyatmiko, dalam paparan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2022, di Jakarta, Selasa (31/01/2023).

Dalam tema korupsi, konflik dan keamanan tersebut, Wawan Suyatmiko, menambahkan dengan hasil ini, Indonesia hanya mampu menaikkan skor CPI sebanyak 2 poin dari skor 32 selama satu dekade terakhir sejak 2012.

Situasi ini memperlihatkan respon terhadap praktik korupsi masih cenderung berjalan lambat bahkan terus memburuk akibat minimnya dukungan yang nyata dari para pemangku kepentingan.

*Pemberantasan korupsi tak efektif

Sekretaris Jenderal TII, J Danang Widoyoko, menerangkan, turun drastisnya skor CPI Indonesia pada 2022 ini membuktikan bahwa strategi dan program pemberantasan tidak efektif.

Revisi UU KPK pada 2019 merupakan perubahan strategi pemerintah untuk mengurangi penegakan hukum dan menggeser ke pencegahan korupsi.

Berbagai program pemberantasan korupsi dalam pelayanan publik dan pelayanan bisnis,  seperti digitalisasi pelayanan publik dan bahkan UU Cipta Kerja diklaim sebagai strategi besar untuk memberantas korupsi melalui pencegahan.

“Tetapi merosotnya skor CPI menegaskan strategi tersebut tidak berjalan,” ujarnya

*Indonesia di bawah rata-rata skor CPI

Situasi Indonesia pada CPI 2022 juga, lanjutnya, semakin tenggelam di posisi 1/3 negara terkorup di dunia dan jauh di bawah rata-rata skor CPI di negara Asia-Pasifik yaitu 45.

Negara terbesar di Asia Tenggara ini berbagi posisi dengan Bosnia and Herzegovina, Gambia, Malawi, Nepal dan Sierra Leone dengan skor 34.

Sementara posisi Indonesia di Kawasan Asia Tenggara menduduki peringkat 7 dari 11 negara, jauh di bawah sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Timor Leste, Vietnam dan Thailand.

Transparency International Indonesia menyerukan kepada pemerintah untuk memprioritaskan komitmen anti-korupsi.

“Dengan memperkuat check and balances, menegakkan hak atas informasi dan membatasi pengaruh swasta untuk akhirnya membersihkan dunia dari korupsi serta ketidakstabilan yang ditimbulkan,” ungkapnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan