Kajianberita.com
Beranda Headline Tim Kemendagri Periksa Pengaduan kasus Pemalsuan Dokumen Melibatkan DM dan Sekda Provsu

Tim Kemendagri Periksa Pengaduan kasus Pemalsuan Dokumen Melibatkan DM dan Sekda Provsu

Antony Sinaga SH MHum (kanan) bersama tim pemeriksa dari Inspektorat Kemendagri ( photo Istimewa)

MEDAN – Pengaduan Antony Sinaga SH MHum terkait tuduhan pemalsuan dokumen yang melibatkan Desni Maharani Saragih dan Sekda Pemerintah Daerah Sumatera Utara Arief S Trinugroho mulai mendapat perhatian dari Tim Inspektorat Kementerian Dalam Negeri.

Tanpa banyak yang tahu, dua tim pemeriksa dari Inspektorat telah turun ke Medan menyelidiki kasus tersebut.

Antony Sinaga selaku pihak yang mengadu adalah sosok pertama yang  dimintai keterangan oleh tim pemeriksa tersebut.

Antony Sinaga saat ini menjabat sebagai  Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Deli Serdang.

Pengaduan Antony terkait pemalsuan dokumen itu terjadi saat ia masih bertugas sebagai  kepala Bidang di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (PTSP) Provinsi Sumut pada 2018.

Laporan pengaduan itu telah disampaikan Anthony kepada sejumlah  instansi terkait di Jakarta dan Medan, antara lain kepada Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian Badan Kepegawaian Negeri RI, Inspektorat Jenderal Kemendagri, Kepala Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Daerah di Medan,  Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumut, dan  Inspektorat Provinsi Sumatera Utara. Surat pengaduan itu Ia layangkan pada 20 Januari 2023.

Tidak tanggung-tanggung, surat itu juga ia tembuskan  kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara RI di Jakarta, Menteri Dalam Negeri,  Menteri Pendaya Gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara,  Gubernur Sumut, Ketua DPRD Sumut, Kapolda Sumut, Kajati Sumut,  Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumut, dan Kepala Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Daerah di Medan

Dalam surat itu, Antony menjelaskan secara rinci kronologis tentang indikasi manipulasi dokumen yang menurutnya  dilakukan Desni Maharani  (DM)  pada 2018 saat DM  bertugas sebagai Kepala Seksi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (PTSP) Provinsi Sumut.

“Waktu itu saya juga bertugas di lembaga yang sama. DM menjabat kepala seksi dan saya sebagai Kepala Bidang. Saya adalah atasan langsung DM, ” ujar Antony dalam suratnya.

Sebagai kepala bidang, Antony adalah orang yang berhak menandatangi Dokumen Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (DP3) atas nama DM sebagai syarat mendapatkan kenaikan pangkat, sebab ia adalah pejabat yang berwenang menilai kinerja bawahannya.

Tapi nyatanya Antony mengaku tidak pernah menandatangi DP3 milik DM itu.

Anehnya, berkas pengajuan kenaikan pangkat DM tetap disampaikan ke atasan.

Pada saat itu, kata Antony,  Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sumut dijabat oleh Arief S Trinugroho yang sekarang menjabat sebagai Sekda Pemprovsu.

Arief tetap memproses usulan kenaikan pangkat DM.

Alhasil, DM berhasil mendapatkan kenaikan pangkat dari golongan IIID menjadi IVA.

Hal ini yang meyakinkan Antony kalau DM dan Arief telah memanipulasi dokumen DP2K yang seharusnya ia tandatangani.

“Inilah yang meyakinkan saya bahwa telah ada manipulasi dokumen DP2K yang seharusnya saya tandatangani, tapi tidak pernah saya tandatangani,” katanya.

Oleh karena itu Antony meminta DM seharusnya diperiksa.

Kalau Ia terbukti telah memanipulasi dokumen DP2K, maka menurut Antony, DM  layak diberi sanksi  dan proses kenaikan pangkatnya menjadi golongan IVA terhitung  sejak 1 Oktober 2020 dibatalkan.

Antony tidak menyebutkan kalau Arief S Trinugroho terlibat bermain mendukung kenaikan pangkat DM pada waktu itu.

Namun ia berkeyakinan, sebagai kepala dinas,  semestinya Arief tahu masalah tersebut.

DM sendiri menolak mengomentari pengaduan yang disampaikan Antony. Begitu juga Arief yang tidak mau mengomentari lebih banyak seputar hubungannya dengan DM.

Kabar yang beredar, keduanya juga telah dimintai keterangan oleh Tim Inspektorat Kementerian Dalam Negeri.

DM saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah  Provsu.

Ia juga ikut dalam proses seleksi untuk lelang jabatan eselon II di Pemprovsu yang sedang berlangsung.

Mencuat kabar kalau DM punya hubungan istimewa dengan  Sekda Arief.

Malah ada yang yakin kalau Arief menyiapkan DM untuk menang dalam seleksi pejabat untuk menduduki posisi Kepala Biro Pemerintahan Pemprovsu yang saat ini sedang lowong. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan