Kajianberita.com
Beranda Hiburan Mengingat lagi Prinsip Pramoedya Ananta Toer soal Pernikahan Beda Agama

Mengingat lagi Prinsip Pramoedya Ananta Toer soal Pernikahan Beda Agama

Pramudya Ananta Toer

CERITA tentang pernikahan beda agama kembali mencuat di negeri ini setelah Mahkamah Konstitusi, Selasa 31 Januari 2023 memutuskan menolak legalisasi pernikahan tersebut.

MK tetap menegaskan kalau sistem hukum di Indonesia hanya mengakui pernikahan dalam agama yang sama.

Kisah ini mengingatkan saya pada sikap sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang juga bersikukuh bahwa pernikahan itu harus terjalin dalam agama yang sama. Orang bisa saja mengatakan kalau Pramoedya seorang seniman PKI, namun dalam hal agama, ia tetap kokoh dengan ajaran Islam.

Maka itu, ketika anaknya  Astuni Ananta Toer akan menikah dengan Daniel yang menganut agama berbeda, Pramoedya sempat menolaknya. Ia lantas meminta Daniel terlebih dahulu memeluk Islam agar pernikahan itu diakui secara hukum negara.

Pramoedya yang mengaku punya keterbatasan wawasan tentang Islam kemudian menyarankan agar Daniel berlajar agama dari ulama lain. Ia merekomendasi agar calon menantunya itu belajar kepada  Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang dikenal dengan panggilan Buya Hamka.

Rerkomendasi Pramoedya ini sangat mengejutkan, sebab pada masa itu semua orang tahu kalau ia dan Buya Hamka kerap bersilisih pandangan tentang karya sastra.

Pramoedya adalah sastrawan yang selalu mengkritik keras novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938), karya Buya Hamka. Ia menuding novel itu merupakan karya plagiat.

Hamka menanggapi santai tuduhan tersebut. Ia tetap bersikeras kalau karyanya itu orisinal. Ia malah menantang para penulis lain untuk menilai karya tersebut.  Pada masa itu, Hamka dan Pramoedya seakan merupakan dua seniman yang kerap berseberangan jalan.

Namun dalam hal agama, Pramoedya mengakui kalau Hamka adalah guru yang terbaik. Oleh karena itu ia menyarankan Daniel belajar Islam kepada Hamka.

Sikap Pramoedya ini menunjukkan kalau perdebatannya dengan Hamka murni berkaitan dengan karya, bukan masalah pribadi. Secara personal, keduanya tetap bersahabat dan saling menghargai.

Halaman: 1 2
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan