Kajianberita.com
Beranda Internasional Posting Video Menari, Pasangan Kekasih di Iran Dihukum 10 Tahun Penjara

Posting Video Menari, Pasangan Kekasih di Iran Dihukum 10 Tahun Penjara

Pasangan kekasih di Iran yang menari dan menyebabkan dipenjara. (kajianberita/tangkapan layar twitter)

TEHERAN – Astiyazh Haghighi dan tunangannya Amir-Mohammad Ahmadi dijatuhi hukuman 10 tahun 6 bulan penjara setelah mengungguh video mereka sedang menari di Lapangan Azadi, Teheran.

Keputusan yang dikeluarkan oleh sebuah pengadilan Iran yang dipimpin oleh Abolqasem Salavati, seorang hakim yang terkenal keji karena menjatuhkan hukuman-hukuman berat.

Terutama pada individu-individu yang dianggap sebagai ancaman bagi Republik Islam itu.

Keduanya berusia di awal 21, dituntut karena “menyebarkan korupsi dan kejahatan,” “berkumpul dan berkolusi dengan niat mengganggu keamanan nasional.”

Dan terlibat dalam propaganda anti-rezim, menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), seperti dilansir Tempo.

Pasangan tersebut ditangkap di rumah mereka pada 1 November 2022 setelah mempublikasikan video tersebut.

Masing-masing dijatuhi hukuman 10 tahun dan enam bulan penjara, dua tahun larangan menggunakan internet, dan dua tahun larangan meninggalkan negeri itu, menurut HRANA, seperti yang dilansir Al Arabiya, Rabu (1/2/2023).

Dalam video itu, Haghighi terlihat menari tanpa hijab, yang berarti menentang aturan berbusana bagi para wanita di Republik Islam tersebut.

Keputusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Revolusioner Cabang 15 Teheran.

Pasangan ini tidak mendapatkan perwakilan hukum selama persidangan, kata HRANA, menyebutkan sumber yang dekat dengan keluarga Haghighi. Otoritas Iran tidak berkomentar mengenai kasus ini.

Keputusan itu terbit di tengah-tengah tindakan keras otoritas terhadap protes anti-rezim yang telah berbulan-bulan yang dimulai setelah kematian seorang perempuan Kurdi Iran, Mahsa Amini pada 16 September di tahanan polisi.

Amini, 22, meninggal dunia tak lama setelah penangkapannya oleh polisi moral Teheran karena diduga tidak mematuhi aturan rezim yang ketat tentang hijab.

Protes, yang dengan cepat memanas menjadi seruan untuk penggulingan Republik Islam, telah ditanggapi dengan tindakan keras yang dari otoritas.

Hal ini mengakibatkan kematian ratusan dan penangkapan ribuan orang, menurut kelompok-kelompok HAM. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan