Kajianberita.com
Beranda Headline Malapetaka Minyak Goreng dan Beras, Stok Minim Harga Melambung..!

Malapetaka Minyak Goreng dan Beras, Stok Minim Harga Melambung..!

Warga berburu minyak goreng di pasar. Stok yang kian menipis membuat harga minyak goreng dan beras melambung tinggi. Kondisi itu diperkirakan akan terjadi hingga Ramadhan nanti

Medan –Harga bahan kebutuhan pokok utama seperti beras dan minyak goreng curah terpantau masih terus bergerak naik setiap harinya. Bahkan, jauh melampaui batas harga yang ditetapkan pemerintah (harga eceran tertinggi/HET).

Panel Harga Badan Pangan hari ini (Kamis, 2/2/2023 pukul 17.37 WIB) secara nasional menunjukkan, harga beras medium dan minyak goreng curah masih terkerek jauh dari HET, di mana harga beras medium berada di Rp 11.660 per kg, dan harga minyak goreng curah Rp 14.940 per liter.

Pantauan kajianberita.com di Medan menunjukkan kenaikan itu terus terjadi sejak Desember lalu. Tingkat kenaikan yang lebih parah semakin terasa memasuki akhir Januari dan awal Februari.  Beras dan minyak goreng juga sulit didapatkan.

Harga dua bahan kebutuhan pokok tersebut berada di Rp 11 ribu per liter untuk beras, dan Rp 17 ribu per kg untuk minyak goreng curah.  Padahal, HET beras medium adalah di Rp 9.450 per kg, sementara HET minyak goreng curah dipatok Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg.

Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota besar, termasuk Jakarta, Bandung dan Surabaya. Misalnya, di toko sembako milik Farhan,  di Jatinegara, Jakarta,  ia mengaku menjual harga beras medium di Rp 11 ribu per liter. “Kita jual Rp 11 ribu per liter, kita ambil dari agen itu kurang lebih Rp 12 ribu per kg. Dari agen tempat ngambil naik terus (harganya), nggak ada turun,” kata Farhan kepada CNBC Indonesia.

Tak hanya itu, Farhan mengungkapkan, agen tempat ia biasa membeli beras mengatakan, mulai besok tidak akan menjual beras jenis medium lagi, karena stok sudah kosong.

“Katanya ini mulai kosong, katanya besok (di agen tempat biasa ambil stok), nggak jual beras murah katanya. Untuk mediumnya sudah mulai kosong,” kata Farhan.

Sementara itu, kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada harga dan stok minyak goreng di pasaran. Harga minyak goreng curah yang saat ini meroket jauh dari HET tak terlepas dari permintaan yang meningkat, menyusul ‘hilangnya’ Minyakita di peredaran.

“(Saya jual minyak goreng curah) sebelumnya 1 kg itu Rp 15 ribu, kemudian naik Rp 16 ribu, nah terakhir Rp 17 ribu, sampai sekarang. Migor curah masih eksis, sehari habis (jual) 1 jeriken, itu kan 1 dirigen 16 kg, ya paling itu. Satu galon itu ya paling habis setiap hari,” kata Abdurahman, pedagang yang ditemui di lokasi sama.

Abdurrahman mengatakan, semenjak Minyakita langka dan hilang dari peredaran, permintaan minyak goreng curah di tempat biasa dirinya mengambil stok menjadi tinggi dan stok menjadi berkurang.

“Di agen yang saya suka ngambil itu memang pasokannya berkurang, banyak permintaan tapi pasokannya nggak ada di agen tempat saya biasa beli. Ya kalau saya sih belinya nggak banyak, paling banyak itu 4 jeriken, cuman buat yang sekedar sehari-hari habis gitu aja, nggak pernah masok menimbun itu nggak pernah,” tuturnya.

Seperti kabar yang beredar satu pekan ini, di Pasar Jatinegara hari ini juga terpantau tidak ditemukan Minyakita, karena stok yang hilang dari pasaran.

“(Minyakita) nggak ada, kosong. Kemarin jual tapi sekarang nggak ada. Mau beli lagi (di agennya) nggak ada. Sudah seminggu kosong,” kata pedagang bernama Anwar. (cnbc/*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan