Kajianberita.com
Beranda Sumut MinyaKita Langka, Stakeholder di Sumut Gelar Rapat Koordinasi

MinyaKita Langka, Stakeholder di Sumut Gelar Rapat Koordinasi

Stakeholder di Sumut menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan MinyaKita di Sumut, Senin (6/2/2023). (kajianberita/istimewa)

MEDAN – Kelangkaan minyak goreng kemasan rakyat (MKGR) atau MinyaKita, membuat sejumlah stakeholder di Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat koordinasi.

Pihak produsen dan distributor dilibatkan untuk mencari permasalahan tersebut.

Rapat koordinasi itu dilaksanakan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Sumut, Ditreskrimsus Polda Sumut, Kanwil Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), BPTN Cabang Medan, Senin (6/2/2023).

Kepala Disperindag ESDM, Mulyadi Simatupang, mengatakan latar belakang diadakannya rapat koordinasi ini adalah untuk menindaklanjuti hasil inspeksi dadakan yang dilakukan KPPU Kanwil I dengan TPID Provinsi Sumut, pada 30 Januari 2023, ke sejumlah pasar.

Dalam inspeksi tersebut, ditemukan kelangkaan pasokan minyak goreng curah kemasan berlabel MinyaKita.

Dalam data yang ditampilkan, harga rata-rata minyak goreng curah periode Januari 2023 naik sebesar 3 persen jika dibandingkan periode bulan Desember 2023.

Sementara untuk migor premium cenderung stabil.

“Berdasarkan informasi pedagang, kendala mendapatkan pasokan MinyaKita dan tren kenaikan harga migor curah sudah terjadi sejak minggu  awal Desember 2022” kata Mulyadi.

Mulyadi mengungkapkan, tren realisasi Domestic Market Obligation (DMO) secara nasional mengalami penurunan dalam kurun waktu 3 bulan terakhir di November sebesar 100,94 persen. Di Desember sebesar 86,31 persen, dan Januari sebesar 87,73 persen.

Meski demikian, di Sumatera Utara, realisasi DMO pada periode Januari 2023 adalah sebesar 183,72 persen, atau sebanyak 25,453 ton dan ini sudah melebihi target.

Sementara itu, dari pihak produsen yang hadir menyatakan dari sisi produksi tidak ada kendala. PTPN II mengatakan bahwa produksi CPO tidak tetap stabil.

Sementara PT. Salim Ivomas Pratama mengakui sejak November 2022, produksi minyak goreng curah mengalami penurunan produksi seiring dengan penurunan ekspor.

Hal ini karena pengaruh Desember dan Januari banyak libur nasional.

Namun target di bulan Februari akan meningkatkan produksinya.

Sedangkan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesa (PPI) Cabang Medan belum lagi mendistribusikan lagi minyak goreng merk “minyakita” karena menunggu informasi dari kantor pusat kalau sedang melakukan negosiasi kontrak baru.

Halaman: 1 2
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan