Kajianberita.com
Beranda Headline Ini Tampang Perempuan Muda yang Cabuli 17 Anak-anak

Ini Tampang Perempuan Muda yang Cabuli 17 Anak-anak

Yunita Sari Anggraini, ibu muda satu anak yang ditahan karena melakukan pencabulan terhadap 17 anak. Pekan ini ia akan menjalani pemeriksaan psikologi

Nama Yunita Sari Anggraini mencuat usai perempuan berusia 20 tahun itu ditangkap di Kota Jambi pada Jumat (3/2). Kasus yang menjeratnya adalah pencabulan 17 bocah (11 laki-laki, 6 perempuan) berusia 8 sampai 15 tahun.

Awalnya korban diduga hanya 11 orang. Namun setelah pengembangan lebih lanjut, korban terus bertambah hingga mencapai 17 orang.

Yang Yunita lakukan adalah memaksa mereka meraba tubuh Yunita (hingga ke payudara) dan memaksa mereka mengintip Yunita berhubungan badan dengan suami (tanpa diketahui suami).

Para korban adalah pelanggan rental PlayStation Yunita yang diiming-imingi tambahan waktu bermain game atau bahkan dikunci sehingga tidak bisa pulang bila tidak menuruti keinginan Yunita.

Yunita, yang dijerat Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, itu ternyata sering mengancam akan mencincang atau membunuh anaknya yang masih berusia 10 bulan bila tidak dilayani suami.

“Tersangka sering berkata akan mencincang anaknya, membunuh anaknya, dan sebagainya, apabila tidak dilayani suaminya,” kata Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta Yudistira, Senin (6/2).

Temuan itu didapatkan Polda Jambi setelah memeriksa suami dan ibu mertua Yunita. Polisi akan mengkrosceknya dengan pemeriksaan kejiwaan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, ada perilaku yang dianggap menyimpang,” tutur Andri.

Suami Yunita pun pernah melihat istrinya menyayat tangannya sendiri memakai silet.

“Seperti keterangan di hari Kamis malam, si suami melihat tersangka (Yunita) melukai dirinya,” kata Andri.

Sebagian anak korban pencabulan Yunita

baca juga :https://www.kajianberita.com/2023/02/05/begini-cara-ibu-muda-ini-melecehkan-11-anak-yang-menjadi-korbannya/

Yunita Akan Diperiksa di RSJ

Dalam waktu dekat, kata Andri, Yunita itu akan diperiksa di rumah sakit jiwa.

“Kami berkoordinasi dengan UPTD PPA Provinsi Jambi untuk menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit jiwa,” katanya.

Polda Jambi sudah membentuk tim kesehatan dan psikologi untuk memberikan pendampingan pada para korban. (*)

baca juga: https://www.kajianberita.com/2023/02/05/ibu-muda-pelaku-pelecehan-terhadap-11-anak-jalani-pemeriksaan-kejiwaan/

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan