Kajianberita.com
Beranda Headline Selain akan Disingkirkan dari Koalisi Pemerintah, Menteri Nasdem mulai Digiring kasus Korupsi

Selain akan Disingkirkan dari Koalisi Pemerintah, Menteri Nasdem mulai Digiring kasus Korupsi

Menkominfo Johnny Plate, politisi Nasdem yang akan diperiksa dalam kasus korupsi di Kejaksaan Agung

Jakarta– Beginilah politik. Ketika berteman baik, biasanya saling melindungi. Tapi setelah pertemanan mulai retak, mulai saling menggunakan kekuassaan untuk menjatuhkan. Setidaknya gambaran ini dapat kita lihat dari kondisi Partai Nasdem yang mulai disingkirkan dari Koalis Pemerintahan pendukung Jokowi.

Bisa dipastikan, penyingkiran Politisi Nasdem dari jabatan Menteri akan berlangsung dalam waktu dekat. Namun sebelum reshuffle dilakukan, sejumlah Menteri dari Nasdem mulai digiring terlibat untuk diperika dengan tuduhan korupsi. Boleh jadi ini merupakan strategi untuk merusak citra partai itu.

Adalah Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menjadwalkan pemeriksaan terhadap menteri asal Nasdem, yaitu Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pada Kamis besok (9/2).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan Jhonny bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 BAKTI Kominfo.

“Saya dapat info ada pemanggilan dari penyidik besok,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/2).

Ia memastikan surat panggilan pemeriksaan telah dilayangkan Kejagung kepada politikus NasDem itu. Kendati demikian, Ketut mengaku belum mengetahui apakah Plate akan hadir atau tidak dalam pemeriksaan tersebut.

“Mengenai kehadiran yang bersangkutan saya belum tahu,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung sebelumnya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Salah satunya merupakan Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif (AAL).

Sementara untuk tiga tersangka lainnya berasal dari sektor swasta, yakni Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia berinisial GMS, Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020 berinisial YS, serta Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment Mukti Ali.

Kuntadi menjelaskan dalam kasus ini, sejatinya proyek pembangunan menara BTS 4G Bakti Kominfo dilakukan untuk memberikan pelayanan digital di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam perencanaannya, Kominfo merencanakan membangun 4.200 menara BTS di pelbagai wilayah Indonesia. Akan tetapi, kata dia, ketiga tersangka terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan merekayasa dan mengondisikan proses lelang proyek.

Pihak Kejagung sendiri  membantah kalau pemeriksaan itu bermuatan politik.  Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan itu murni kasus hukum. Tidak ada kaitannya dengan sikap Nasdem yang mengusung Anies sebagai presiden. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan