Kajianberita.com
Beranda Headline Sikap Istana Mulai Bergeser, Ganjar Pranowo Korban Prank jadi Presiden?

Sikap Istana Mulai Bergeser, Ganjar Pranowo Korban Prank jadi Presiden?

Salah satu aksi pencitraan Ganjar Pranowo saat berkomunikasi dengan salah seorang pengemis di jalanan. Foto ini disebarkan Humas Pemprov Jateng ke berbagai media

Permainan prank alias akal bulus bukan hanya ada di dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pencalonan presiden, permainan prank ini juga muncul. Setidaknya Ganjar Pranowo merasakan prank ini. Ia yang semula digadang-gadang tampil sebagai kandidat presiden, kini mulai pudar.

Kelompok istana yang semula terkesan memberi dukungan kepada Ganjar, mulai beralih kepada kandidat lain. Terlihat jelas kalau Joko Widodo saat ini lebih memberi perhatiannya kepada Prabowo Subiyanto.

Demikian juga dengan PDIP. Sedikitpun tidak lagi memberi perhatian kepada Ganjar Pranowo, meski Ganjar terus berusaha mendapatkan simpati dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Perlahan tapi pasti, nama Ganjar mulai meredup. Kamis besok (9/2/2023) , Ganjar Mania yang didirikan oleh barisan pendukung Jokowi akan membubarkan diri.

Pembubaran itu terpaksa dilakukan sebab mereka belum mendapatkan sedikitpun tanda-tanda akan ada partai yang mendukung Ganjar. Bahkan PDIP sendiri, jika tidak mendukung Puan Maharani, kemungkinan akan beralih mendukung Prabowo Subiyanto.

Ganjar sepertinya akan gigit jari. Padahal perjuangannya menaikkan citra diri sudah menuai hasil cukup positif. Macam-macam akrobat sudah dilakukan Ganjar untuk menarik simpatik massa, mulai ikut aksi barongsai di jalanan, memakai kostum kayak superman yang celana sempak di luar, pura-pura jadi pengemis duduk-duduk di emperan toko, belajar tari-tarian ala kadrun dengan irama gambus dan lain sebagainya.

Terakhir, Ganjar pun  aktif lari-lari pagi sambil bagi-bagi ampao ke tukang becak dan tukang bersih jalanan. Tapi semua aksi itu tetap juga tidak bisa menarik perhatian PDIP.

Malah Megawati kian gondok melihat Ganjar. Beberapa kali sindiran tajam diarahkan kepadanya, karena dinilai terlalu bernafsu jadi Presiden.

Ini yang membikin pihak istana frustasi, sehingga mulai cuek kepada Ganjar sehingga GP mania, organisasi yang mendukung Ganjar menarik diri dan menyatakan membubarkan diri karena mereka melihat tidak ada asa mau mendukung GP. Hari Kamis besok Ganjar Mania akan mengadakan konfrensi pers mengumumkan pembubaran itu.

Apakah peluang Ganjar menjadi presiden sudah punah? Tentu saja belum, sebab sejauh ini baru partai Nasdem, PKS dan Demokrat yang sudah mengumumkan calon presidennya. Yang lain masih menunggu. Tapi nama Ganjar mulain menepi dari partai yang belum punya calon itu.

Pendukung Ganjar sendiri belum sepenuhnya bubar. Masih ada Eko Kuntadi, Deni Siregar dan para kelompok pemain media social yang aktif mempromosikan Ganjar.  Mereka ini memang sedang mencari tuan yang baru, karena Jokowi selaku tuan mereka sekarang akan melepas jabatan pada 2024 mendatang.

Tentu saja mereka butuh makan. Maka itu, keberadaan sebagai buzzer politik mereka tetap pertaruhkan untuk Ganjar sampai nantinya akan ada kepastian siapa saja kandidat presiden yang dicalonkan partai-partai yang ada.

Oleh: Moh. Naufal Dunggio (Aktivis dan Ustadz Kampung, Bekasi) Fnn.co.id

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan