Kajianberita.com
Beranda Nasional Beli Minyakita Dibatasi, Hanya Dua Liter Per Orang!

Beli Minyakita Dibatasi, Hanya Dua Liter Per Orang!

Kementerian Perdagangan membatasi pembelian Minyakita hanya dua liter per orang. (kajianberita/istimewa)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membatasi pembelian minyak goreng kemasan rakyat (MKGR) bermerek Minyakita hanya dua liter per orang.

Pembatasan ini merupakan kebijakan yang dilakukan untuk mengendalikan pasokan di pasaran yang mulai langkah.

Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kasan, mengatakan kebijakan itu mengganti aturan sebelumnya yang mengatakan pembelian Minyakita dibatasi 10 kilogram (kg) per hari dan per orang.

Kebijakan sebelumnya tersebut dicabut dan diganti dengan wajib membeli Minyakita hanya 2 liter per orang.

“Benar yang terakhir (pembelian minyakita) 2 liter per orang. Tapi untuk aturan di butir lainnya yang di SE tetap berlaku,” kata Kasan yang dilansir dari Detikcom, Sabtu (11/2/2023).

Kasan menyebutkan ada tiga tiga butir pedoman yang harus ditaati produsen, distributor hingga pengecer.

Pertama, penjualan minyak goreng rakyat harus mematuhi harga domestik prize obligation (DPO) dan harga eceran tertinggi (HET).

Kedua, penjualan minyak goreng rakyat dilarang menggunakan mekanisme bundling dengan produk lainnya.

Ketiga, penjualan minyak goreng rakyat oleh pengecer kepada konsumen paling banyak 10 kg per orang per hari untuk minyak goreng curah dan 2 liter per orang per hari untuk minyak goreng kemasan Minyakita.

“Pedoman ini juga bertujuan untuk mengembalikan harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan HET Rp 14.000 per liter dan minyak curah Rp 15.500 per Kg,” kata Kasan dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pedoman ini juga dilarang minyak goreng rakyat dijual secara bundling. “Kemendag memastikan ketersediaan minyak goreng menjelang puasa dan Lebaran aman,” ujarnya.

Kasan menambahkan, untuk memastikan stabilitas harga dan mencegah terjadinya kenaikan harga, Kemendag perlu mengatur pedoman penjualan minyak goreng rakyat kepada produsen, distributor hingga pengecer.

Selain itu, untuk menambah pasokan Minyakita di pasaran, Kemendag mengarahkan produsen agar menambah produksi menjadi 50% lebih banyak per bulannya menjadi 450 ribu ton per bulan.

Tak hanya itu, Kemendag juga mulai menghentikan penjualan minyak goreng rakyat secara online. Penjualan minyak goreng rakyat baik curah maupun kemasan Minyakita difokuskan ke pasar rakyat.

“Hal itu agar terjadi terjadi pemerataan untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat membeli minyak goreng rakyat dengan mudah dan harga terjangkau,” ungkapnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan