Kajianberita.com
Beranda Nasional Kenali Gejala Kolesterol si ‘Silent Killer’ di Malam Hari

Kenali Gejala Kolesterol si ‘Silent Killer’ di Malam Hari

(kajianberita/ilustrasi-unsplash)

JAKARTA – Kolesterol tinggi dijuluki silent killer karena mendatangkan malapetaka pada tubuh tanpa mengirimkan sinyal. Gejalanya yang dialami di antaranya pada malam hari.

Kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke atau penyakit jantung hingga sampai penyakit mematikan sudah menyerang.

Kadar kolesterol tinggi biasanya muncul akibat gaya hidup yang buruk. Sejumlah ahli percaya petunjuk dalam pola tidur Anda mungkin mengisyaratkan kondisi tersebut.

Dokter Don Grant, dari sebuah Farmasi Independen yang dikutip dari Express, kolesterol sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dan kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL).

LDL bekerja dengan cara menumpuk kolesterol di pembuluh darah sehingga bisa memicu komplikasi serius dan kerap disebut kolesterol ‘jahat’.

Sementara HDL bertugas membersihkan dan membuang LDL keluar menuju liver (hati). Kolesterol tinggi juga kerap tak menimbulkan gejala.

Akan tetapi, penumpukan plak di beberapa bagian tubuh tertentu akibat kolesterol, bisa menimbulkan keluhan kesehatan.

“Tanda-tanda peringatan dan orang sering mengetahui bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi dengan melakukan tes darah atau mengalami kejadian darurat, seperti serangan jantung,” kata dokter Don Grant yang dilansir dari DetikHealth, Sabtu (11/2/2023).

Dijelaskannya, gejala kolesterol di malam hari, peneliti menemukan korelasi antara sulit tidur atau tetap tertidur dan kolesterol tinggi.

“Beberapa penelitian yang dilakukan di masa lalu telah menyoroti hubungan antara gangguan tidur dan kolesterol. Saat ini, kami tidak dapat mengatakan bahwa sulit tidur atau tetap tertidur adalah gejala dari kadar kolesterol tinggi,” ujarnya.

“Bukan tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa jika orang memang memiliki masalah tidur atau tetap tertidur, mereka mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan tes darah untuk menentukan apakah mereka memiliki kolesterol tinggi,” sebut dr Grant.

Kemudian, gejala risiko kolesterol di malam hari selain susah tidur, dokter Jeff Foster, dari H3 Health menyebut gejala kolesterol lainnya yakni muncul sumbatan pembuluh darah di kaki.

Sebab, tungkai di bagian bawah tubuh dapat menjadi yang pertama membunyikan alarm karena saraf di tungkai dan kaki lebih sensitif terhadap rangsangan sensorik.

Dijelaskannya, gejala penyempitan pembuluh darah seringkali terkonsentrasi di area tersebut, karena otot kaki yang pertama mengalami kekurangan oksigen.

Kemudian, kondisi tersebut semakin parah pada malam hari saat tidur dan menjadi gejala kolesterol di malam hari. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan