Kajianberita.com
Beranda Internasional Tenaga Medis di Turki Kewalahan : Bantuan Datang Sangat Lambat

Tenaga Medis di Turki Kewalahan : Bantuan Datang Sangat Lambat

Abdulaim Muaini saat akan dievakuasi tim penyelamat di samping istrinya yang telah meninggal. (REUTERS/UMIT BEKTAS/CNBC)

MEDAN – Gempa berkekuatan 7,8 SM yang terjadi di Turki dan Suriah memakan banyak korban.

Hingga Sabtu (11/2/2023) malam, tercatat korban jiwa meninggal dunia sudah sebanyak 24.178 orang. Tenaga medis pun sudah sangat kewalahan.

Seperti yang dilaporkan CNN dan Al Jazeera, sejauh ini sudah ada lebih dari 24 ribu korban jiwa akibat gempa tersebut.

Lebih tepatnya sebanyak 24.178 korban tewas hingga saat ini.

Badan Kepresidenan Penanggulangan Bencana dan Urusan Darurat di Turki melaporkan terdapat setidaknya sebanyak 93 ribu orang yang telah dievakuasi pada zona Turki bagian Selatan yang terdampak dari gempa yang terjadi di awal pekan tersebut.

Selain itu terdapat sebanyak 166 ribu personel yang terlibat dalam penyelamatan dan pemulihan gempa di Turki.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, seorang dokter Suriah di rumah sakit bersalin di provinsi Idlib mengatakan situasi sejak gempa bumi sangat sulit di tengah lambatnya bantuan dan pengiriman medis.

“Tidak ada makanan, tidak ada kemah, tidak ada minuman. Sebagai dokter. Kami tidak memiliki peralatan medis di rumah sakit kami untuk banyak operasi, (termasuk) bedah saraf. Dan rumah sakit penuh dengan orang,” kata Ikram Habbaoush, anggota Masyarakat Medis Amerika Suriah, dilansir Al Jazeera, Sabtu (11/2/2023).

Adapun, menurut data otoritas sipil Helm Putih, total korban tewas mencapai 3.513 orang di Suriah, terdiri atas 2.166 korban tewas di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah bagian Barat Daya, dan sebanyak 1.347 korban tewas di wilayah pemerintahan Suriah.

“Bantuan datang sangat lambat. Jika bayi Anda memerlukan operasi darurat… kami tidak dapat melakukannya karena peralatan medis belum tiba,” tambah Habbaoush.

Sedangkan, berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ada setidaknya sebanyak 870 ribu orang yang sangat membutuhkan pasokan makanan di Turki dan Suriah pasca gempa bumi tersebut.

PBB juga memperingatkan ada sebanyak 5,3 juta orang yang berpotensi kehilangan tempat tinggal setelah gempa yang merobohkan banyak bangunan di sana.(*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan