Kajianberita.com
Beranda Sumut Dijerat Pasal Berlapis, Bos Judi Online Apin BK Diadili di PN Medan

Dijerat Pasal Berlapis, Bos Judi Online Apin BK Diadili di PN Medan

Terdakwa Jonni alias Apin BK didakwa atas kasus judi online dan TPPU yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Medan, Senin (13/2023). (kajianberita/istimewa)

MEDAN – Bos judi online di Medan, Jonni alias Apin BK, diadili di Pengadilan Negeri Medan, Senin (13/2/2023). Ia didakwa melakukan tindak pidana perjudian dan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Frianta Felix Ginting menyebut pada November 2021 lalu terdakwa bersama bersama Niko Prasetia, Eric Willian (penuntutan terpisah) serta Didi, Charles, Hartanto Sugeng alias Atung dan Alfredo (DPO) melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara tanpa izin.

“Terdakwa dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk permainan judi,” sebut JPU dalam sidang yang digelar secara virtual di Ruang Cakra 9 PN Medan, Senin (13/2/2023).

Jaksa Felix melanjutkan, sebanyak 19 ruangan di komplek pergudangan Krakatau Multi Center (KMC) Medan disediakan terdakwa bagi para bandar atau pemilik website judi online sebagai tempat operasional permainan judi online.

“Untuk meningkatkan omzet permainan judi online dimaksud, Januari 2022 terdakwa Jonni alias Apin BK kemudian membeli bangunan ruko empat pintu dan tiga lantai dari saksi Yusuar bertempat di blok G-1 nomor 53, 55, 57 dan nomor 59 di Komplek Cemara Asri Boulevard,” sebut JPU.

Setelah direnovasi, di lantai II dan III masing-masing 10 ruangan tersebut kemudian dijadikan sebagai tempat operasional permainan judi online.

Fasilitas seperti kursi-kursi, meja, komputer, CCTV serta jaringan internet pada setiap ruangan yang dipasang oleh Didi telah disediakan.

Ruangan itu untuk mengoperasikan permainan judi online bagi para bandar judi atau pemilik website judi online yang ingin bermain yang dikelola Niko Prasetia selalu pemegang saham judi online dan Eric William selalu leader.

Adanya fasilitas tersebut, terdakwa mendapat keuntungan Rp20 juta hingga Rp75 juta per bulannya, dari para bandar judi/pemilik website judi online melalui orang kepercayaan bernama Didi (DPO).

Sementara sebagai pemilik server judi, terdakwa juga menawarkan server judi miliknya yakni server judi zoom engine, infiny dan server judi plaza yang berisi permainan game judi online slot, kasino, spot dan lain-lain yang didapat dari Charles (DPO) kepada saksi Niko Prasetia dan saksi Eric William.

“Dengan komitmen, terdakwa juga akan mendapatkan keuntungan 20 persen dari total kekalahan pemain judi online yang dikendalikan leader, Eric William di ruangan pada lantai II dan III Kafe Warna Warni Deli Serdang,” ujarnya.

Adapun cara bermain permainan judi jenis slot, sport, casino, togel yang terdapat dalam server zoom engine milik terdakwa yang dioperasionalkan dalam ruangan 2A lantai II.

Pemain akan melakukan pendaftaran di website, selanjutnya memasang deposit sejumlah uang ke akun milik pemain dengan cara mentransfer ke rekening yang telah disiapkan oleh pengelola website.

Bentuk hadiah kemenangan yang diperoleh pemain apabila menang, maka saldo akun deposit milik pemain menjadi bertambah sesuai dengan kemenangan yang diperoleh, selanjut pemain akan melakukan withdraw (penarikan kemenangan).

Perkara tindak pidana perjudian dan TPPU terdakwa berhasil diungkap penyidik pada Polda Sumut, Agustus 2022 lalu. Belakangan diketahui bisnis judi online tersebut ekspansi hingga ke Pekanbaru, Provinsi Riau.

Perbuatan terdakwa Apin BK lanjut JPU, dijerat Pasal 303 Ayat (1) ke-2 dan ke-1 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. Serta, Pasal 27 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU No 19 tahun 2016 perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam kasus TPPU, Apin BK dijerat dengan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Usai dakwaan terdakwa dibacakan, majelis hakim diketuai Dahlan, akan melanjutkan persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan