Kajianberita.com
Beranda Sumut F1H20 Tonjolkan Kearifan Lokal, BPODT Matangkan Persiapan

F1H20 Tonjolkan Kearifan Lokal, BPODT Matangkan Persiapan

Penyelenggaraan F1H20 harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk menyukseskan kejuaraan internasional tersebut. (kajianberita/istimewa)

MEDAN – Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT), Jimmy B Panjaitan, mengatakan penyelenggaraan F1 Powerboat atau F1H20 harus tetap menonjolkan kearifan lokal.

Persiapan F1H20 harus disiapkan secara matang serta berkolaborasi dengan semua pihak untuk menyukseskan kejuaraan internasional tersebut.

“Ini harus benar-benar berkolaborasi dengan semua pihak, karena acara ini berskala internasional yang persiapannya harus secara matang,” kata Jimmy pada Diskusi Panel dengan tema Tantangan dan Peluang Pengembangan Pariwisata dan Olahraga di Kawasan Danau Toba yang digelar Forum Jurnalis Pariwisata (Forlispar) di Medan, Senin (13/2/2023).

Dikatakan Jimmy, lokasi Kecamatan Balige dipilih pun yang paling menarik, karena alamnya yang masih unik.

Selain itu, kegiatan ini harus tetap menonjolkan kearifan lokalnya dan itu harus dipertahankan.

“Kami buat acara besar, tapi berkelanjutan. Kearifan lokalnya tetap dipertahankan. Dan ini penting bagi penyelenggara itu soal keamanan dan aksesbilitas,” tegasnya.

Ketua IMI Sumut Harun Mustafa Nasution menjelaskan bahwa gelaran olahraga internasional ini harus berdampak dengan masyarakat sekitar, terutama dampak ekonomi.

“Acara ini membawa dampak yang banyak bagi masyarakat. Dari segi otomotif, banyak yang dibawa ke Danau Toba,” jelasnya.

Ditambahkan, ahli Pariwisata Sumut, Prof. Ir Nurlisa Ginting dengan yang pertama kali digelar di Indonesia ini khususnya Provinsi Sumut bisa menyejahterkan masyarakat.

“Mudah-mudahan F1H2O bisa berjalan lancara, dan bisa meningkatkan kesejahtareaan masyarakat Sumut, khususnya Balige,” sebutnya.

Sebelumny Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengatakan peran media untuk mempromosikan F1H20 sangat penting.

“Bukan hanya masyarakat Sumatera Utara tapi masyarakat di luar ini perlu tahu kegiatan ini,” kata Musa Rajekshah yang disapa Ijeck.

Menurutnya, penyelenggaraan ini akan ada multiplier effect (efek berganda) dan berpengaruh pada ekonomi.

Semakin besar acara tersebut maka minat orang internasional akan mengetahui, maka makin besar efek ekonominya.

“Dengan adanya F1 Powerboat ini sebanyak Rp200 miliar perputaran uang yang akan ada di sana. Belum lagi promosi daerah dan keyakinan orang untuk melakukan investasi dan hal-hal lain yang datang ke Sumatera Utara,” pungkasnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan