Kajianberita.com
Beranda Sumut Target Vaksinasi Polio, Nawal Lubis Tekankan untuk Sweeping Balita

Target Vaksinasi Polio, Nawal Lubis Tekankan untuk Sweeping Balita

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan melakukan imunisasi polio Kantor Kepala Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli serdang, Senin (13/02).

DELI SERDANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis, menekankan ke para kader posyandu pentingnya langkah sweeping (mendatangi ke rumah warga) untuk target vaksinasi polio.

“Terkait target vaksinasi polio sendiri, pentingnya langkah sweeping, bilamana hingga 19 Februari 2023, masih ada balita yang belum menerima vaksin tersebut,” kata Nawal saat mengunjungi keramaian pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio untuk Balita di sekitar Kantor Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, Senin (13/2/2023).

Nawal mengatakan pelaksanaan vaksinasi pada PIN Polio, 13-19 Februari 2023, PKK Sumut serta jajarannya akan berupaya mendorong agar semua anak-anak Balita (bawah lima tahun), seluruhnya mendapatkan vaksin sehingga tidak ada yang terlewati.

“Semoga dengan kerja sama PKK, Dinas Kesehatan dan perangkat desa bisa menyisir anak-anak yang belum ditetesi vaksin polio. Apalagi dengan kejadian luar biasa (KLB) ini, anak-anak juga diulang kembali vaksinnya (polio),” ujarnya.

Kedatangan Nawal untuk meninjau sekaligus memastikan vaksinasi berlangsung maksimal.

“Inikan vaksinasi karena ada kejadian luar biasa yang terjadi di Provinsi Aceh, karena kita memang berbatasan, maka ini untuk mengantisipasi agar tidak menyebar ke Sumut,” ujar Nawal Lubis didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan.

Pada kesempatan itu, Nawal juga berbincang singkat dengan para ibu yang membawa balitanya, serta kepada petugas pelaksana vaksinasi polio.

Ia pun dipersilakan untuk meneteskan vaksin kepada balita di bawah pengawasan petugas kesehatan.

Sedangkan Kepala Desa Sena Yuli mengaku senang dengan antusiasi masyarakat, khususnya kaum ibu yang membawa anaknya ke kantor desa atau posyandu untuk mendapatkan vaksin polio ini.

Meskipun ia mengakui, bahwa banyak juga yang kesulitan menjangkau kantor desa karena faktor transportasi umum, mengingat jarak rumah warga ke kantor desa cukup jauh.

“Karena sebagian besar para suami bekerja, jadi untuk membawa Balita ke Kantor Desa, harus menggunakan kendaraan umum. Sementara untuk yang rumahnya tidak terjangkau kendaraan umum, biasanya kesulitan untuk datang ke sini,” kata Yuli.

Yuli menyampaikan bahwa perangkat desa memberikan fasilitas penjemputan kepada warganya untuk bisa datang ke kantor desa. Baik dari kendaraan milik pemerintah hingga pribadi, sehingga masyarakat yang tadinya merasa berat untuk hadir, menjadi antusias.

“Kemudian juga masih banyak yang merasa ini tidak begitu penting. Padahal kita tahu, ini kan program pemerintah secara nasional,” ungkapnya.

“Jadi kita terus menyosialisasikan program ini, agar warga menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Jadi kami turun ke warga langsung, termasuk nanti kalau masih ada yang belum dapat vaksin polio,” lanjut Yuli

Untuk Desa Sena sendiri, kata Yuli, mereka mendata ada sekitar 527 jiwa balita yang akan diberikan vaksin polio. Dari target itu, untuk hari pertama di 13 Februari 2023, sudah mencapai angka hampir 400 orang.

Senada dengan itu, seorang ibu bernama Sutari Devianti mengaku mendapatkan informasi vaksin polio dari Kepala Desa Sena, melalui kepala dusun.

Mengetahui itu, ia bersama kaum ibu yang lain di lingkungannya mendatangi kantor desa dan membawa dua anaknya untuk mendapatkan vaksin. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan