Kajianberita.com
Beranda Nasional Hadiri Sidang Putusan, Puluhan Penggemar Bharada E Membludak di PN Jaksel

Hadiri Sidang Putusan, Puluhan Penggemar Bharada E Membludak di PN Jaksel

Puluhan penggemar Bharada E penuhi gedung Pengadilan Negeri Jaksel. (kajianberita/CNNIndonesia)

JAKARTA- Jelang sidang putusan kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rabu (15/2/2023), puluhan penggemar Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) tampak membludak di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Mereka seakan tak ingin ketinggalan momen untuk menyaksikan langsung sidang pembacaan putusan kasus yang akan diterima Bharada E.

Para penggemar Bharada E sudah berkumpul di halaman pengadilan sejak pagi menunggu pintu dibuka.

Usai diperkenankan memasuki area dalam pengadilan, mereka tertahan di belakang ruang sidang Oemar Seno Adji tempat di mana Bharada E akan diadili.

Puluhan penggemar Bharada E pun membludak memenuhi area dalam PN Jakarta Selatan. Banyak dari mereka berdiam diri menunggu di akses pintu rumah tahanan menuju ruang sidang.

Beberapa dari mereka bahkan menyiarkan siaran langsung di media sosial masing-masing.

Sementara itu, puluhan anggota kepolisian membentuk barikade keamanan di lokasi tersebut.

Bahkan sebahagian penggemar mengenakan kaos bertuliskan ‘#SaveIcad’. Icad merupakan panggilan akrab Bharada E.

PN Jakarta Selatan juga tampak dipenuhi sejumlah karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat untuk Bharada E.

Karangan bunga yang berjejer itu berisi ucapan semangat untuk Bharada E yang akan menjalani sidang vonis.

Karangan bunga berukuran besar itu salah satunya bertuliskan ‘Terima kasih Icad dari kamu kita jadi tahu bahwa jujur tak selamanya indah, tapi yakinlah akan ada pelangi setelah hujan. #Icad adalah kita’.

Bharada E menghadapi sidang vonis kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di PN Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/2/2023).

Sebelumnya jaksa menuntut agar Bharada E dihukum pidana 12 tahun penjara. Jaksa menganggap Bharada E terlibat pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Bharada E dinilai melanggar Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut jaksa, sikap kooperatif Bharada E dengan membongkar kasus ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menghilangkan pidana. Terlebih, tindak pidana ini telah merampas nyawa orang lain, yakni Brigadir J.

Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo nomor 46 di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tindak pidana ini turut melibatkan Ferdy Sambo yang telah divonis mati dan istri Sambo, yakni Putri Candrawathi dengan hukuman 20 tahun penjara.

Selain itu, Kuat Ma’ruf selaku sopir keluarga Sambo divonis 15 tahun penjara dan Ricky Rizal selaku ajudan dengan hukuman 13 tahun penjara. Vonis keempat terdakwa tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan