Kajianberita.com
Beranda Internasional Korban Tewas Gempa Turki Sudah Lebih dari 41.000 Orang

Korban Tewas Gempa Turki Sudah Lebih dari 41.000 Orang

Pencarian korban gempa terus dilakukan di Turki, bahkan malam yang gelap pun tak menyurutkan semangat pencarian korban gempa (Shenzhen Rescue Volunteers /Handout/Anadolu Agency via Getty Images)

JAKARTA – Laporan hingga Rabu (15/2/2023), korban tewas gempa Turki dan Suriah lebih dari 41.000 orang.

Tim penyelamat berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan daerah yang paling parah dan ratusan ribu bangunan tak dapat dihuni lagi.

Adapun, korban tewas di Suriah berdasarkan laporan Reuters telah mencapai 5.814 orang.

“Kita menghadapi salah satu bencana alam terbesar, tak hanya di negara kita, tetapi juga di sejarah umat manusia,” tuturnya, dilansir Reuters, Rabu (15/2/2023).

Mereka yang diselamatkan pada Selasa termasuk dua saudara laki-laki, berusia 17 dan 21 tahun, ditarik dari sebuah blok apartemen di provinsi Kahramanmaras, dan seorang pria dan wanita muda Suriah setelah lebih dari 200 jam berada di dalam reruntuhan.

Mungkin masih ada orang yang masih hidup untuk ditemukan, kata seorang penyelamat.

Namun, otoritas PBB mengatakan fase penyelamatan akan segera berakhir, dengan fokus beralih ke tempat berlindung, makanan, dan sekolah.

“Orang-orang sangat menderita. Kami mengajukan permohonan untuk menerima tenda, bantuan, atau semacamnya, tetapi sampai sekarang kami tidak menerima apa-apa,” kata Hassan Saimoua, seorang pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di sebuah taman bermain di kota tenggara Turki Gaziantep.

“Kebutuhan sangat besar, meningkat setiap jam,” kata Hans Henri P. Kluge, Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa.

“Sekitar 26 juta orang di kedua negara membutuhkan bantuan kemanusiaan.”

“Ada juga kekhawatiran yang berkembang atas masalah kesehatan yang muncul terkait dengan cuaca dingin, kebersihan dan sanitasi, dan penyebaran penyakit menular,” imbuhnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan