Kajianberita.com
Beranda Ekonomi Bantah Disebut Timbun Minyakkita 7000 Kardus, Pengacara PT Yargo Bersuara..!

Bantah Disebut Timbun Minyakkita 7000 Kardus, Pengacara PT Yargo Bersuara..!

(kajianberita/istimewa)

MEDAN– Kasus temuan 7000 kardus Minyakkita dalam gudang milik PT Yargo Anugerah Nusantara atau PT Yargo Jawara Retail yang diduga sengaja ditimbun, langsung disikapi pihak perusahaan.

Melalui pengacaranya Refman Basri SH MBA, PT Yargo Anugerah Nusantara membantah adanya dugaan penimbunan seperti yang diberitakan sebelumnya.

Bahkan, pihaknya juga membantah jika perusahaan dikatakan tidak melakukan produksi Minyakita selama Januari 2023.

“Mungkin ada kesalahpahaman penafsiran. Karena perusahaan mengartikan tidak produksi pada Januari 2023. Karena di program simirah pemerintah, kita jelas ada terlihat rincian pendistribusian kemasan Minyakita,” sebutnya.

Kemudian, sambung Refman, pihaknya tidak pernah melakukan penjualan Minyakita dengan sistem bundling program margarin.

“Kita tidak pernah melakukan program bundling dan fokus pada distribusi minyak goreng curah rakyat (MGCR) saja,” jawab dia.

Terkait dengan tidak mengedarkan minyak pada Januari 2023, sambung dia, sebelumnya BPOM mengeluarkan SK relaksasi No 94 tahun 2022 yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2022 tentang boleh mengedarkan Minyakita tanpa SNI dan logo halal.

Dia menjelaskan, izin edar pertama tanpa logo halal dan SNI dikeluarkan BPOM tanggal 3 Agustus 2022 dan izin halal terbit 27 September 2022.

“Di Januari, sisa stok minyakita 7000 kotak tidak bisa didistribusikan karena masa relaksasi sudah berakhir dan revisi design kemasan dengan logo halal dan SNI belum disetujui pengajuannya oleh BPOM,” jelas dia.

“Program relaksasi izin edar tanpa logo SNI dan halal (tahap 2) kembali diterbitkan oleh BPOM dan surat edaran diterima perusahaan melalui wa group yang dibuat kemenperin “peserta simirah” tanggal 13 Februari 2023 sore. Kemudian, sisa kemasan Minyakita sudah mulai didistribusikan kembali tanggal 14 Februari 2023,” ujarnya melanjutkan.

Lanjut dia, pada Desember 2022 pihaknya memfokuskan ke MGCR.

“Karena terjadi lonjakan permintaan minyak goreng yaitu 9.823 ton,” ucap dia.

Refman Basri menambahkan kalau pihaknya tetap fokus agar minyak goreng selalu tersedia di pasar khususnya Sumatera Utara.

“Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung dan melaksanakan kebijakan ataupun peraturan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat dengan memproduksi Minyakita sesuai dengan kapasitas produksi kemasan Minyakita,” ucapnya.

Sebelumnya, Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang terdiri dari Biro Perekonomian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Perwakilan KPPU Kanwil I Medan melakukan sidak terkait kelangkaan Minyakita ke produsen atau distributor minyak goreng di Medan, Senin (13/2/2023) lalu.

Hasil tersebut menemukan Minyakita sebanyak kurang lebih 75 ton atau sekitar 7.000 kardus di Gudang PT. Yorgo Anugerah Nusantara atau PT. Yargo Jawara Retail di Jalan Brigjen Zainid Hamid Kecamatan Medan Johor Medan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan