Kajianberita.com
Beranda Politik Bawa Ide ala Anies Baswedan, 100 Anak Muda Pilihan Berikan Gagasan

Bawa Ide ala Anies Baswedan, 100 Anak Muda Pilihan Berikan Gagasan

Anies Baswedan saat menyapa 100 anak muda pilihan dalam program Bawa Ide. (kajianberita/inilah)

JAKARTA – Anies Baswedan meluncurkan platform “Bawa Ide”.

Sebanyak 100 anak muda terpilih, hasil seleksi dari 4.894 pendaftar yang datang dari 166 kabupaten/kota ke-34 provinsi yang ada di Indonesia hadir dalam peluncuran, Rabu (15/2/2023).

Mereka berkumpul untuk bertukar dan saling mematangkan ide masing-masing di Hotel Grand Whiz, Jakarta Selatan.

Merujuk leaflet virtual yang dikeluarkan seiring acara tersebut, “Bawa Ide” diadakan sebagai sarana para anak muda Indonesia menyampaikan gagasan sesuai latar belakang dan asal daerah masing-masing.

Ide-ide tersebut diharapkan bisa aktual menjadi karya nyata yang berguna demi perubahan bangsa menjadi lebih baik ke depan.

“Jadi, anak-anak muda kita ajak terlibat lewat ide dan gagasan mereka. Ini bukan kumpulan gagasan untuk dilaksanakan di semua tempat, tetapi gagasan yang bisa dilaksanakan di tempat masing-masing,” kata Anies, saat hadir dan menyapa langsung ke-100 anak muda seperti dilansir inilah.com.

Sebelumnya, dalam tahap seleksi para anak muda itu menyampaikan ide mereka masing-masing melalui esei pendek 500 hingga 1.000 kata, atau video berdurasi 60 detik.

Di antara ide-ide yang mengemuka tersebut, banyak ide menarik dari anak muda yang rata-rata datang mewakili generasi Z.

Misalnya, Firnanda Fanalisa dari Sumsel yang menggagas kemitraan antara kelompok tani dengan pemerintah daerah, atau Muslihudin Sa’di dari Jambi yang menyoroti pentingnya pendampingan terhadap Suku Anak Dalam yang banyak mengalami konflik agraria.

Ada pula Everest Worayaf Fonataba yang memiliki ide membangun pariwisata nelayan di Papua, Maria Regina Jaga dari NTT yang mencoba mengembangkan karakter siswa-siswi PAUD melalui permainan- permainan tradisional.

Serta Ade Dwi Cahyo Putra, seorang disabel yang mengembangkan gerakan tunanetra mengaji di Jawa Timur.

“Saya ingin memberikan pesan pada semua, untuk menyadari bahwa gotong royong, yang sekarang namanya kolaborasi itu, adalah DNA kita bangsa Indonesia,” kata Anies.

Dengan dibangunnya platform “Bawa Ide”, Anies berharap platform tersebut bisa menjadi wadah gotong royongnya generasi Z dan generasi millennials. “Ini gotong royongnya meraka yang membawa ide-ide.” (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan