Kajianberita.com
Beranda Sumut Ingin Medan Seperti Desa Kutuh di Bali, Pengamat Sosial Singgung Perbaikan Sarana dan Prasarana

Ingin Medan Seperti Desa Kutuh di Bali, Pengamat Sosial Singgung Perbaikan Sarana dan Prasarana

Walikota Medan, Bobby Nasution bawa 21 camat se-Kota Medan kunjungi Desa Kutuh, Bali. (Kajianberita/Instagram)

MEDAN– Keinginan pemerintah Kota Medan yang ingin mewujudkan kota Medan seperti salah satu desa di Bali, yakni Desa Kutuh tentunya harus bekerja lebih keras lagi.

Hal itu disampaikan Pengamat Sosial Sumatera Utara, Arifin Saleh Siregar.

Dirinya pun menyinggung sarana dan prasarana yang harus dibenahi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Apalagi, sarana dan prasaran juga harus diwujudkan menjadi lebih baik. Karena kita lihat ya Kota Medan sangat luas sedangkan Desa Kutuh tidak seluas wilayah Medan. Jika hal tersebut bisa dikelola dengan baik, tentu keinginan tersebut bisa diwujudkan,” kata Arifin yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kepada Kajianberita di Medan, Kamis (16/2/2023).

Dijelaskan Arifin, apa yang terjadi di Bali sana bukan sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan di Kota Medan.

Pemko Medan harus memberikan edukasi serta contoh dan kesungguhan maka nantinya masyarakat akan mendukung hal tersebut.

“Pasalnya, di Kota Medan ini, tempat sampah saja kadang tidak dimaksimalkan fungsinya dan masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Bahkan, Pemko Medan harus memaksimalkan lagi bus pengangkut sampah.

Menurutnya, jangan sampai sering melakukan studi banding ke daerah lain di Indonesia namun tidak diterapkan hanya akan membuang-buang dana saja.

Apalagi, sampai membawa seluruh camat di Kota Medan tentunya harus ada perubahan yang akan dilakukan.

“Apalagi kota Medan kan tidak memiliki desa hanya kelurahan. Namun, jika niatnya baik tentu boleh ditiru. Tugas Pemko Medan juga bagaimana membangkitkan partisipasi masyarakat untuk pengelolaan sampah di lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution memboyong sebanyak 21 Camat se-Kota Medan ke Provinsi Bali beberapa waktu lalu.

Bobby membawa seluruh camat itu untuk belajar bagaimana sebuah desa bisa dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia dan juga bersih dari praktik korupsi di Indonesia.

Sebanyak 21 Camat, sejumlah OPD dan Sekda juga Dandim dan Kapolrestabes Medan diajak oleh Bobby untuk study comparatif ke sejumlah daerah di Provinsi Bali.

Pertama desa yang dikunjungi adalah Desa Kutuh yang terletak di Jalan Melasti Kutuh Kabupaten Badung.

Di sana rombongan disambut oleh Bupati I Nyoman Giri Prasta diwakili Sekda I Wayan Adi Arnawa dan jajaran juga Perbekel atau kepala desa Kutuh I Wayan Mudana.

“Kehadiran kami ke sini tak lain ingin melihat dan belajar apa saja yang dibuat di Desa Kutuh, dari segi pengelolaan wisata, kebersihan hingga ketentraman yang ada di sini,” kata Bobby dalam keterangan persnya.

Desa Kutuh yang berada di Kabupaten Badung merupakan salah satu desa terbaik di Indonesia bahkan baru saja didaulat sebagai desa terkaya. Dijelaskan Sekda Badung, tak ada lagi orang miskin dan pengangguran di Desa Kutuh.

“Secara keseluruhan Kabupaten Badung punya PAD sampai Rp5 triliun sangat luar biasa. Maka itu saya ingin para OPD di Medan bisa belajar hal yang mungkin bisa diterapkan di Medan,” ujar Bobby. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan