Kajianberita.com
Beranda Ekonomi Peluang Bisnis Ecoprint yang Menjanjikan

Peluang Bisnis Ecoprint yang Menjanjikan

Salah seorang pengrajin ecoprint di Medan, Emmy. (kajianberita/istimewa)

MEDAN – Bisnis ecoprint saat ini sangat menjanjikan. Ecoprint dikenal sebagai produk ramah lingkungan dan biasa dimanfaatkan dari kain yang menggunakan bahan-bahan alami.

Di Kota Medan, bisnis ecoprint mulai banyak dilirik. Seperti yang dilakukan Emmy (38) salah seorang pengrajin ecoprint di Medan ini .

Emmy mengatakan telah bergelut di usaha ecoprint sejak 2020. Bermula ia yang bergelut di bidang fashion, penjahit pakaian. Namun karena pandemi Covid-19, ia mencoba membuat karya kerajinan dan melihat ada peluang bisnis di ecoprint.

“Semua saya bisa buat, dari desain tas, sepatu dan dompet. Saat pandemik, saya berpikir untuk membuat karya kerajinan ini karena ini punya peluang dijadikan bisnis,” katanya, Kamis (16/2/2023)

Ia pun menggunakan bahan-bahan alami untuk menghasilkan karya produknya. Menurutnya ada beberap teknik khusus untuk menghasilkan produk ecoprint.

Teknik ecoprint memiliki keunikan tersendiri. Teknik ini dikenal dengan cetak daun dengan formula khusus yang ditempelkan di beberapa media yang membuatnya puas akan hasil akhirnya. Baik di media kain, kertas, maupun kulit.

“Bahannya saya pakai 100 persen dari alam. Di ecoprint sendiri ada beberapa teknik, di antaranya pounding, steam, dan rebus,” ujarnya

Untuk kain dan pakaian ecoprint yang dibuatnya, Emmy menggunakan metode steam dan pounding. Produk tersebut terbuat dari warna yang dihasilkan daun atau bunga yang ditempelkan.

“Hasil dari proses fiksasi bisa berbeda. Bisa saja warnanya lebih terang, bahkan ada yang natural seperti aslinya. Namun, biasanya saya menggunakan bahan dari daun Eukaliptus dan pohon Jati,” ungkapnya.

“Daun dari satu pohon bisa menghasilkan warna cetak yang berbeda. Kadar taninnya kan kita juga tidak tahu. Kita bisa menentukan motifnya, tapi warnanya kita serahkan ke alam,” lanjut Emmy.

Saat ini, ia memproduksi kain dengan berbagai jenis dan motif. Ada produk kain hingga kulit. “Ini ada sepatu yang dibuat dari kulit kambing dan bisa dicampur dengan sapi,” ujarnya.

Dalam memasarkan produknya, ia menggunakan akun sosial media Instagram bernama @Etahamcraft. Meski begitu, tetap ada peminat dari kain atau pakaian ecoprint bikinannya. Sebab, selera konsumen juga berbeda-beda.

“Harganya mulai dari Rp100-Rp800 ribu. Tergantung dari jenis kain dan komposisi formula ecoprint yang dipakai. Ada segmen tersendiri untuk ecoprint yang memanfaatkan bahan dari alam ini,” pungkasnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan