Kajianberita.com
Beranda Nasional BKKBN Bilang Dampak Childfree Ancam Pertumbuhan Ekonomi

BKKBN Bilang Dampak Childfree Ancam Pertumbuhan Ekonomi

(kajianberita/logo BKKBN)

JAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut menanggapi ramainya pembicaraan tentang konsep childfree atau hidup tanpa anak di masyarakat.

Kepala BKKBN Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, mengatakan Indonesia saat ini masih jauh dari penurunan populasi atau resesi seks.

Namun, jika suatu hari childfree benar-benar sampai berimbas, dampaknya akan merembet pada ancaman demografi dan pertumbuhan ekonomi negara karena masyarakatnya tidak ingin memiliki anak.

“Kalau orang tua jumlahnya banyak, kalau yang muda tidak banyak, ini terjadi krisis. Apalagi yang muda tidak produktif, yang tua banyak, sementara yang tua rata-rata pendidikannya 8,3 tahun,” kata dr Hasto Wardoyo,dilansir Detikcom, Jumat (17/2/2023).

Apalagi persoalan stunting di Indonesia yang belum teratasi. “Kemudian yang bawah ini kalau stunting, nggak punya anak, atau pada nggak menikah, itu jumlahnya sedikit, ekonomi terancam. Pertumbuhan ekonomi juga terancam, pengangguran akan terancam,” ujarnya

“Ini semua mengancam pertumbuhan ekonomi negara, kalau terjadi seperti itu. Tapi di Indonesia saya yakin tidak akan terjadi. Mungkin masih butuh waktu 50 tahunlah kalau itu terjadi,” sambungnya.

Sebelumnya, dr Hasto menyatakan Indonesia jauh dari kondisi resesi seks yang berbeda dari Jepang yang kini mengalami penurunan populasi karena warganya tidak mau memiliki anak.

Berdasarkan data, kata Hasto, sekitar 2 juta orang yang menikah dalam setahun di Indonesia, mayoritas di antaranya hamil di tahun pertama.

“Di Indonesia yang menikah 1,9 sampai 2 juta dalam setahun. Jadi dikatakan resesi seks itu tidak ada karena orang Indonesia masih semangat untuk hamil. Semangat sekali. Saya yang paling membantah tidak ada resesi seks,” ungkapnya.

Diketahui konsep Childfree heboh karena seorang Youtuber yang tinggal di Jerman, Gitasav, menyuarakan tentang konsep Childfree.

Keputusannya untuk childfree agar tetap awet muda secara alami, sehingga jika tidak punya anak, dirinya bisa memiliki waktu untuk tidur cukup delapan jam sehari dan biaya untuk botox.

Pernyataannya pun terus menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia dan saat ini masih jadi pembahasan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan