Kajianberita.com
Beranda Headline Bobby Nasution dan Gibran Sama-Sama Tak Mampu Atasi Banjir di Kotanya

Bobby Nasution dan Gibran Sama-Sama Tak Mampu Atasi Banjir di Kotanya

Suasana penyelamatan warga saat terjadi banjir menerjang Kota Solo. Bencana menghadirkan kritik warga terhadap kepemimpinan Walikota Gibran Rakabuming

Medan – Kota Solo saat ini sedang merana. Banjir telah memporak-porandakan sejumlah kecamatan di wilayah itu sehingga memaksa banyak warga harus mengungsi. Jumlah warga terdampak banjir Solo yang terjadi sejak Kamis, 16 Februari 2023 petang, mencapai 21.846 jiwa.

Jumlah itu berdasarkan laporan kaji cepat bencana banjir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo yang masuk pada Jumat, 17 Februari 2023 pukul 7.00 hingga 9.17 WIB.

Kawasan terlanda banjir itu tersebar di 15 kelurahan di empat kecamatan, yaitu Jebres, Pasarkliwon, Serengan, dan Laweyan. Sebagian warga terkena dampak banjir itu mengungsi ke sejumlah tempat dan posko di masing-masing kelurahan. Namun ada pula beberapa warga yang memilih mengungsi di tepi jalan-jalan kampung.

Beberapa sekolah dan kantor kelurahan juga dimanfaatkan sebagai posko pengungsian bagi warga terkena dampak banjir itu.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengemukakan, terjadinya banjir yang terbilang cukup parah kali ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan di wilayah Solo dan sekitarnya sejak Kamis siang hingga petang kemarin. Di samping itu, pompa air di pintu air Demangan juga kurang berfungsi maksimal meski dapat dioperasikan, ditambah pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri juga dibuka.

Namun tidak bisa dibantah, banjir itu membuat warga kecewa terhadap penanganan ganjir yang dilakukan oleh putra sulung Presiden Jokowi itu.

Banjir di Solo tentu tengah menjadi perhatian serius Gibran Rakabuming Raka, selaku Wali Kota Solo. Namun tak disangka, ia justru dicibir warganet terkait bencana yang tengah terjadi di wilayah pemerintahannya. Sejumlah kritikan diarahkan ke Gibran melalui media social.

Seorang warganet dengan nama akun @/MangDjanaBdg menuliskan cuitan tentang banjir Solo yang merupakan bentuk teguran Tuhan. Sambil menandai akun Twitter Gibran, warganet ini meminta putra Presiden Jokowi itu untuk segera taubat.

“Banjir Solo adalah bentuk teguran dari Alloh kepada Gibran untuk segera taubat nasuha,” tulis akun ini di Twitter seperti dikutip Suara.com, Sabtu (18/2/2023).

Tak sampai di situ, warganet ini bahkan sampai membuat thread atau utasan, sambil menuliskan Surat Al A’raf yang membahas tentang kerusakan di Bumi.

“Surat Al A’raf ayat 96. Artinya: ‘Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)’,” lanjut akun ini.

Utasan warganet itu tentang banjir Solo langsung mendapatkan respons dari mas Wali. Tanpa emosi, Gibran justru berterima kasih atas saran dari warganet itu untuk bertaubat.  Ia juga dengan sarkatis meminta maaf jika dirinya melakukan kesalahan, sampai harus diingatkan untuk taubat.

Kegagalan Gibran menangani ancaman banjir Solo juga sama dengan yang dialami iparnya Bobby Nasution di Kota Medan. Sebelumnya saat kampanye di Pilkada Medan 2020, Bobby selalu berkoar-koar kalau ia pasti bisa menangani banjir yang kerap mengancam kota Medan.

“Jika warga Medan ingin terbebas dari banjir, pilihlah kami..!” ujarnya. Rekaman video tentang janji Bobby itu selalu menjadi viral manakala hujan lebat mengguyur Medan, dan biasanya akan diwarnai banjir di berbagai tempat.

Beberapa waktu lalu Bobby Nasution akhirnya minta maaf kepada warga Medan atas ketidakmampuannya menangani banjir itu.  Namun warga Medan akan selalu ingat akan janji-janjinya saat Pilkada yang lalu.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan