Kajianberita.com
Beranda Sumut Dugaan Penipuan Arisan Online, Wanita Ini Rugi Puluhan Juta

Dugaan Penipuan Arisan Online, Wanita Ini Rugi Puluhan Juta

Intan, korban yang mengalami kerugian materil yang tidak sedikit akibat ikut berinvestasi arisan online.

MEDAN – Seorang wanita bernama Intan Aseh (28) mengalami kerugian materil yang tidak sedikit akibat ikut berinvestasi arisan online.

Bahkan, puluhan juta uangnya pun raib tanpa alasan yang jelas dari pengelola investasi dan kasusnya diduga masih mengendap di Polrestabes Medan sejak Agustus 2021 lalu.

Intan yang merupakan warga Jalan Sukaria, Medan ini mengungkapkan kronologis dugaan penipuan arisan online ini, berawal dari tertarik join yang dikelola oleh NS.

Terduga penipuan tersebut merupakan istri dari seorang ASN lulusan IPDN yang pernah bertugas di Satpol PP Kota Padangsidimpuan.

“Dari main arisan online itu, seharusnya saya dapat (hasil) pada 20 Agustus 2021 yang lalu. Namun, sampai pada waktunya menarik, ownernya malah membilang hangus (dibatalkan),” kata Intan kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/2/2023).

Adapun alasan sang owner menurut Intan dianggap tak masuk akal karena dirinya dibilang terlambat secara administrasi pada kloter lain untuk mendapatkan hasil invetasi sebesar Rp100.000.000. Padahal dia sudah menjalankan sangsi berupa pembayaran iuran Rp50.000.

Lebih lanjut Intan juga menuturkan soal mekanisme aturan arisan, pembayaran dilakukan setiap hari dengan tenggat waktu pada pukul 12.00 WIB.

Lewat dari ketentuan waktu, setiap member yang sudah get wajib membayar Rp100.000. Sementara bagi member yang belum get, hanya membayar Rp50.000 per hari.

Meski sudah membayar sangsi, Intan pun diberhentikan sebagai member arisan dan justru tidak mendapatkan haknya.

Wanita berhijab ini, hanya meminta kembali modal investasi yang sudah disetorkan kepada owner.

Intan merasa kecewa dan melaporkan pekara yang merugikannya ini ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Medan.

Ia membawa sejumlah dokumen sebagai bukti berupa transaksi dalam arisan tersebut.

Hanya saja, laporan ini dikuasakan Intan kepada adiknya, Mukhlis Harianto dengan Nomor Laporan; STTLP/1599/VIII/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut, tanggal 16 Agustus 2021.

“Karena dia tak ada pertanggungjawaban dan konsekuensi waktu, ya saya laporkanlah ke polisi,” jelas Intan.

Namun, kekecewaannya terus berlanjut saat dia mengharapkan keadilan dari institusi ini. Perkara yang dia laporkan itu, hingga saat ini, tak kunjung jelas.

“Padahal saya sudah di BAP. Namun karena penyidiknya sakit, sampai sekarang kasusnya masih menggantung,” ungkapnya.

Dia berharap, kasus ini segera mendapat titik terang.

“Paling tidak, si owner sudah menjadi tersangka, dan saya tidak mau berdamai, kecuali mengembalikan kerugian saya,” ujarnya mengakhiri. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan