Kajianberita.com
Beranda Lifestyle Kanker Leukimia Banyak Serang Anak-Anak di Sumut

Kanker Leukimia Banyak Serang Anak-Anak di Sumut

Ilustrasi. (kajianberita/unair.ac)

MEDAN – Jenis penyakit kanker paling banyak yang diderita anak-anak saat ini adalah leukimia atau kanker darah putih.

Leukimia menyerang sumsum tulang dan masuk ke dalam darah hingga menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi.

“Di Sumut, kanker leukimia paling banyak menyerang anak-anak,” kata Kadis Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahid Hasibuan di Medan, Sabtu (18/2/2023).

Kata dia, untuk Tahun 2021, data dari RSUP Haji Adam Malik Medan sebanyak 1.756 data pasien rawat jalan leukimia.

Alwi menuturkan, hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai penyebab anak-anak terkena kanker.

Namun, faktor keturunan dan pola hidup sehat juga berperan menyebabkan seseorang mengalami penyakit kanker.

Selain faktor keturunan, jelas dia, pola makan itu yang paling banyak.

Misalnya makan makanan yang merangsang kanker seperti ikan asin, fash food termasuk mie instan lebih banyak di penyedapnya itu, termasuk pengawet.

Alwi mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat terutama bagi anak anak. Hendaknya anak-anak diajarkan untuk mengonsumsi sayur dan buah sejak dini.

“Salah satu yang membuat orang terkena kanker karena pola hidup tak sehat, tidak makan sayur dan buah,” ucapnya.

Lantaran, sambungnya, kalau pencernaan kurang serat menjadi salah satu penyebab terkena kanker.

Ditambah lagi makan makanan yang mengandung pengawet yang sangat berkontribusi untuk penjangkitan kanker.

Presiden Direktur RS Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Mutiara menambahkan kanker anak yang paling sering dijumpai adalah leukimia.

Mutiara menjelaskan orangtua harus memperhatikan gejala kanker pada anak seperti penurunan berat badan yang signifikan.

Kemudian sakit kepala yang disertai muntah di pagi hari, bengkak atau nyeri pada tulang dan persendian secara terus menerus.

Ada juga benjolan atau massa (terutama di perut, leher, dada, panggul, atau ketiak), memar yang berlebihan, pendarahan atau ruam.

Lalu warna keputihan di belakang pupil mata, kelelahan yang konstan atau pucat, demam berulang yang tidak diketahui penyebabnya.

“Di RS Murni Teguh Memorial Hospital banyak sekali anak penderita kanker. Sepanjang tahun 2022, ada 578 kasus kanker pada anak,” ungkapnya.

Dari jumlah ini, imbuh dia, angka keberhasilan pengobatan terhadap pasien kanker capai 99 persen. Dari 578 kasus kanker, paling banyak dialami anak adalah kanker leukimia dan kanker limfoma.

Untuk itu, Mutiara berharap dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini dapat menambah pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap cara pencegahan.

Termasuk deteksi dini dan menyebarkan semangat bagi para pejuang kanker anak di Indonesia agar tidak putus asa dan tetap produktif.

“Sekali lagi, mari kenali dan dukung gerakan lawan kanker. Deteksi dini adalah perlindungan terbaik dalam melawan penyakit ini,” pungkasnya.

Dia juga meminta agar memberikan dukungan kepada para pejuang kanker anak melalui semangat dan aksi nyata jauh lebih bermakna dibandingkan hanya lewat kata-kata. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan