Kajianberita.com
Beranda Headline Polisi Buru Pelaku Penganiyaan Intel Kodim Deli Serdang hingga ke Luar Daerah

Polisi Buru Pelaku Penganiyaan Intel Kodim Deli Serdang hingga ke Luar Daerah

Insanul Afwa, anggota Ormas Pemuda Pancasila Tanjung Morawa pelaku penganiayaan intel Kodim 02024/DS

Deli Serdang – Upaya pencarian pelaku penganiaayaan Serka Amosta bangun, anggota intel Kodam 02024/Deli Serdang masih terus berlangsung. Dari 11 yang diduga melakukan penganiayaan itu, delapan orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sejauh ini baru satu orang yang ditahan, yaitu Insanul Afwa, 26 tahun, Ketua Pemuda Pancasila Ranting Limau Manis, Tanjung Morawa.

Kapolres Deli Serdang  Kombes Irsan Sinuhaji  telah menugaskan anggotanya untuk mencari semua pelaku hingga dapat. Ia mendapat kabar kalau sebagian dari pelaku saat ini sudah tidak berada di Tanjong Morawa lagi. Mereka sudah melarikan diri ke daerah lain.

“Kalaupun mereka pindah ke daerah lain, tetap kita akan buru,” kata Irsan.

Aparat kepolisian telah berhasil mengidentifikasi ketujuh pelaku yang sedang diburu itu.  Informasi itu berhasil dikorek tim penyidik Polres Deli Serdang dari pemeriksaan Insanul Afwa yang sekarang sudah  berstatus tahanan Polres.

Insanul diserahkan ke Polisi oleh keluarganya sehari setelah penganiayaan itu.  Selasa (21/2/2023) kemarin polisi melalukan gelar perkara untuk memperlihatkan Insanul kepada awak media. Pemuda itu terlihat pincang dan sulit berjalan.  Rambutnya yang semula gondrong, sudah menjadi botak.

Ia tidak menampik kalau ia adalah salah satu pelaku penganiayaan intel Kodim Deli Serdang, Amosta Bangun.

Kasus penganiayaan itu bermula saat  Amosta Bangun bersama dua temannya, masing-masing Tobat Situmorang dan Surya, duduk beristirahat di Kafe Gantang, Limau Manis, Deli Serdang, Jumat (18/2/2023). Tak berselang lama korban cekcok mulut dengan sejumlah anak muda yang sudah berada di lokasi itu sebelumnya. Pemicunya hanya masalah bernyanyi.

Cekcok itu berbuntut pengerorokan hingga membuat Amosta babak belur dengan wajah yang penuh darah. Para pelaku menroyoknya dengan menggunakan pecahan botol, kayu dan batu. Beruntung Amosta  masih sempat melarikan diri  ke dalam mobilnya untuk kemudian menuju rumah sakit terdekat.

Belakangan terungkap kalau para pelaku adalah anggota Ormas Pemuda Pancasila Tanjung Morawa. Hal ini yang membuat Dandim  0204/DS Letkol Yoga F sangat geram. Ia mengancam Ormas PP agar tidak melindungi para pelaku itu.

“Saya minta semua menyerah. Jika tidak, akan berat risikonya. Pengurus Ormas yang melindungi mereka juga akan kita adukan,” katanya.

Selain menahan satu tersangka, Polresta Deli Serdang juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 6 botol kaca anggur merah, patahan gunting dan pecahan botol kaca.

“Kepada pelaku yang masih DPO diminta untuk segera menyerahkan diri. Sampai saat ini 7 pelaku lainnya masih diburu. Pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1), (2) sub Pasal 351 ayat (1) dan (2) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” sebut Irsan Sinuhaji.

Amosta sendiri sampai sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit Sumatera Eye Hospital Center, Medan. Dipastikan ada luka serius pada matanya akibat terkena tusukan kaca. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan