Kajianberita.com
Beranda Internasional Perbatasan Afganistan-Pakistan Akan Dibuka Lagi untuk Perdagangan dan Transit

Perbatasan Afganistan-Pakistan Akan Dibuka Lagi untuk Perdagangan dan Transit

Orang-orang yang Datang dari Afghanistan saat Melintas di Titik Persimpangan Gerbang Persahabatan Kota Perbatasan Chaman, Pakistan-Afghanistan, Pakistan. (kajianberita/antara)

Islamabad – Afghanistan akan membuka kembali perbatasan utamanya dengan negara tetangga Pakistan untuk semua kegiatan pada Kamis (23/2/2023).

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir Antara, Kementerian Informasi Afghanistan mengatakan bahwa perbatasan Torkham, yang menghubungkan provinsi barat daya Pakistan Khyber Pakhtunkhwa dengan provinsi timur Afghanistan Nangarhar, akan kembali dibuka untuk perdagangan, transit dan pejalan kaki pada 23 Februari.

Kedutaan Besar Afghanistan di Islamabad, melalui unggahan Twitter juga mengkonfirmasi perkembangan tersebut, yang diputuskan beberapa jam setelah pertemuan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif dengan Penjabat Wakil Perdana Menteri Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar dan Penjabat Menteri Pertahanan Mullah Mohammad Yaqoob di Kabul pada Rabu (22/2/2023).

Kabul secara sepihak menutup perbatasan pada Minggu. Penutupan yang disusul dengan aksi baku tembak antara dua pasukan perbatasan yang terjadi di hari yang sama.

Pakistan dan Afghanistan berbagi 18 titik perbatasan, dan yang tersibuk berada di pos perbatasan Torkham dan Chaman barat daya. Bentrokan antara dua pasukan perbatasan telah terjadi sejak lama, bahkan tidak ada jeda setelah Taliban mengambil alih kembali kekuasaan Afghanistan pada Agustus 2021.

Pada Desember tahun lalu, setidaknya enam warga sipil Pakistan tewas dalam baku tembak di perbatasan Chaman, yang menghubungkan provinsi barat daya Pakistan, Balochistan dengan provinsi selatan Afghanistan, Kandahar.

Selain aktivitas perdagangan, ribuan orang terutama warga Afghan, menyeberang setiap hari ke dua wilayah perbatasan tersebut untuk urusan medis dan tenaga kerja. Kedua negara tetangga itu berbagi perbatasan tanpa pengamanan cukup sejauh hampir 2.670 kilometer. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan