Kajianberita.com
Beranda Internasional Terungkap, Sebelum Perang Rusia-Ukraina Joe Biden Terima Hadiah Termahal dari Putin

Terungkap, Sebelum Perang Rusia-Ukraina Joe Biden Terima Hadiah Termahal dari Putin

Presiden AS dan Presiden Rusia dalam suatu pertemuan. (kajianberita/cnbc)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terungkap telah menerima hadiah termahal dari Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juni 2021 atau sekitar 8 bulan sebelum Moskow menginvasi Ukraina.

Hadiah itu diterima setelah kedua pemimpin tersebut bertemu di Jenewa pada bulan Juni tahun tersebut. Menurut Kantor Kepala Protokol Departemen Luar Negeri AS, rincian hadiah termahal yang diterima Biden adalah satu set pena dan meja Rusia yang unik dengan harga USD12.000.

Biden juga memberi Putin hadiah sepasang kacamata hitam penerbang khas serta patung kristal bison Amerika, mamalia resmi negara itu.

“Set dan Pena Meja Tulis dan Pena Miniatur Lokakarya Pernis Kholuy adalah salah satu dari banyak hadiah yang diterima Biden dan pejabat pemerintah lainnya tahun itu,” bunyi laporan kantor tersebut yang dirilis NDTV Kamis, dilansir Sindonews, Jumat (24/2/2023).

Laporan setebal 72 halaman itu menawarkan wawasan tentang cara para pemimpin asing mencoba mempersonalisasikan diplomasi dengan Gedung Putih.

Biden, menurut laporan tersebut, menerima hadiah termahal dari Putin dengan alasan menolak melakukannya akan memalukan bagi Rusia dan AS.

Set meja mahal itu kemudian dipindahkan ke Arsip Nasional. Tak hanya Putin yang memberikan hadiah kepada Biden pada tahun yang sama.

Presiden AS itu ternyata juga menerima hadiah berupa bendera AS senilai USD700 dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada September 2021.

Pada Juni 2021, Ratu Elizabeth II menghadiahkan kepada Biden potret dirinya dalam bingkai perak yang bernilai sekitar USD2.200.

Belakangan pada bulan itu, mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiahkan Presiden AS beberapa selimut wol, mug, dan satu set pulpen di samping dua mangkuk anjing, mungkin untuk anjing peliharaan Biden.

Laporan Kantor Kepala Protokol Departemen Luar Negeri AS juga menyebutkan bahwa Presiden Afghanistan saat itu Mohammed Ashraf Ghani dan istrinya memberi Biden dan istrinya; Jill Biden, karpet sutra senilai USD28.800 pada akhir Juni, beberapa minggu sebelum Presiden AS memerintahkan penarikan semua pasukan dari Afghanistan.

Menurut undang-undang federal di Amerika Serikat, Departemen Luar Negeri harus mengungkapkan hadiah apa pun yang bernilai lebih dari USD415 yang telah diberikan pejabat asing kepada pejabat tinggi Amerika. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan