Kajianberita.com
Beranda Nasional 12 Perguruan Tinggi Ini Bantu Kominfo Tingkatkan Literasi Digital

12 Perguruan Tinggi Ini Bantu Kominfo Tingkatkan Literasi Digital

Kementerian Kominfo melibatkan 12 perguruan tinggi nasional sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat terutama dalam pilar digital safety. (ilustrasi/unsplas-scott graham)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya meningkatkan literasi digital ke masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan 12 perguruan tinggi nasional untuk meningkatkan literasi digital masyarakat terutama dalam pilar digital safety.

Adapun 12 perguruan tinggi yang ikut serta dalam peningkatan literasi digital bersama dengan 12 Kementerian Kominfo antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tidar, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Esa Unggul.

Kemudian, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, dan Institut Teknologi PLN.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan upaya tersebut sebagai bagian dari edukasi ke masyarakat. Mengingat indeks literasi saat berada di angka 3,54 %.

“Indeks literasi kita saat ini sedang, kalau skala 1 sampai 5 berdasarkan survei yang kami lakukan tahun lalu indeksnya 3,54%. Kenaikannya cuman 5 poin dan dari empat pilar yang kita dorong untuk lakukan literasi, yang paling rendah adalah digital safety yang terefleksikan di masyarakat kita,” katanya yang dilansir dalam lama resmi Kementerian Kominfo, Sabtu (25/2/2023).

Samuel menambahkan, rendahnya nlai pilar digital safety tercermin salah satunya dari modus penipuan yang marak terjadi di tengah masyarakat.

“Masyarakat kita itu paling mudah ditipu secara online dan penipuan online sangat tinggi di Indonesia, laporan ke kami tahun lalu sudah lebih dari 130 ribu,” ujarnya.

“Maka yang bisa kita lakukan misalnya ketika mengetahui ada penipuan seperti menggunakan akun bank bodong, kita minta bank terkait untuk memblokir agar tidak bisa lagi digunakan, ini yang perlu ditingkatkan,” sambungnya.

Samuel berharap, kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan ruang digital yang aman dan produktif.

Dengan itu, masyarakat bisa membentengi dirinya untuk menghindari berbagai penipuan secara online maka indeks literasi safety nantinya akan naik, sehingga kita bisa lebih fokus lagi ke literasi skill, budaya dan etika.

“Ini yang kita harapkan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset-riset, materi pembekalan supaya kita bisa mulai dari perguruan tinggi sehingga jejaring kami yang hadir pada malam ini bisa bersinergi bersama-sama,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah maupun lembaga terkait tidak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan tingkat literasi digital di Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dengan dunia perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam mencapai target peningkatan literasi digital masyarakat.

“Kami mengajak untuk berkolaborasi bersama-sama membuat perubahan mendasar, karena kita memasuki era baru yaitu era di mana ketersambungan ruang fisik dan ruang digital menjadi satu kesatuan. Kita perlu kesadaran,pengetahuan dan keahlian baru, agar dapat mengisi ruang digital secara produktif,” ungkapnya.

Samuel pun mengapresiasi 12 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir dalam kegiatan Kick Off Literasi Digital Sektor Pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama kita malam ini, mudah-mudahan dengan kick off literasi digital ini bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan sebuah konsep literasi yang tepat yang dimulai dari perguruan tinggi,” ungkapnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan