Kajianberita.com
Beranda Internasional Salah Satu Negara Pertama!, Ukraina Akui Palestina Anggota di PBB

Salah Satu Negara Pertama!, Ukraina Akui Palestina Anggota di PBB

Ukraina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan salah satu negara yang mengakui Palestina sebagai di PBB. (Ilustrasi/Pixabay)

JAKARTA – Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin, mengatakan Ukraina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Ukraina juga menjadi salah satu negara yang mengakui Palestina sebagai anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Faktanya, kami adalah salah satu negara pertama di dunia yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka, yang mengakui Palestina sebagai anggota PBB, kami juga salah satu negara pertama yang membuka Kedutaan Palestina di Kyiv di Ukraina,” kata dalam wawancara eksklusif yang dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (26/2/2023).

Hamianin menanggapi terkait sikap Ukraina terhadap Palestina. Ia mengatakan negaranya selalu mendukung perdamaian antara Palestina dan Israel.

Dukungan itu menurutnya sudah diberikan sepanjang sejarah Ukraina. “Ukraina mendukung perdamaian, dan telah mendukung perdamaian sepanjang sejarah Ukraina,” ujarnya.

Meski Ukraina berdiri bersama Palestina, Hamianin berujar Kyiv tetap menjalin hubungan baik dengan Israel.

Menurutnya, tak ada alasan untuk Ukraina memusuhi Israel hanya karena konflik kedua negara Timur Tengah tersebut.

“Jadi, kami bekerja sama dengan Palestina, kami juga bekerja sama dengan Israel pada titik yang sama seperti soal bisnis dan semacamnya. Jika kami adalah teman Palestina, bukan berarti kami jadi bermusuhan dengan Israel, begitu pula sebaliknya,” ungkapnya.

Permasalahan di Palestina sendiri, lanjut Hamianin, pihaknya menyarankan komunitas global untuk melakukan berbagai upaya guna mencegah serangan terjadi di antara pihak-pihak yang bersitegang tersebut.

Komunitas dunia juga, kata Hamianin, punya andil untuk menekan risiko eskalasi konflik kedua negara itu.

Komunitas dunia harus melakukan segala kemungkinan agar ancaman atau serangan tidak dimulai dari salah satu pihak tersebut.

Diketahui, situasi di Palestina sendiri belakangan makin tegang setelah Tel Aviv mengesahkan wilayah pendudukan baru yang ilegal di Tepi Barat, Palestina.

Masih melansir dari CNN Indonesia, Pada Kamis (23/2) dini hari, militer Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara ke Jalur Gaza.

Wartawan AFP di lapangan menuturkan serangan udara itu diluncurkan Israel dua jam setelah perbatasan negaranya menjadi target sejumlah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

Dilansir Reuters, militer Israel juga melaporkan enam roket telah ditembakkan ke arah negaranya dari Jalur Gaza. Lima dari enam roket itu berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan