Kajianberita.com
Beranda Sumut Korupsi Kredit Fiktif, Mantan CS BRI Simpang Amplas Dituntut 8 Tahun Bui

Korupsi Kredit Fiktif, Mantan CS BRI Simpang Amplas Dituntut 8 Tahun Bui

Mantan Kepala Unit Bank BRI Simpang Amplas, Rahmuka Triki Ekawan, dan Customer Service (CS) Dina Arpina, dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pinjaman kredit fiktif. (kajianberita/istimewa)

MEDAN – Mantan Kepala Unit Bank BRI Simpang Amplas, Rahmuka Triki Ekawan, dituntut 7 tahun 6 bulan penjara dan Customer Service (CS) Dina Arpina, selama 8 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Purba, menilai keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pinjaman kredit fiktif Kredit Umum Pedesaan (Kupedes).

Pada sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan pada Senin (27/2/2023), JPU menyatakan kedua terdakwa melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Perbuatan kedua terdakwa tidak mencairkan kredit bukan hanya tidak sesuai standar operasional dan prosedur perbankan, melainkan juga mengakibatkan kredit macet.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara tanpa hak dan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,9 miliar lebih,” ujar JPU Julita..

Selain itu, terdakwa Rahmuka dituntut pidana denda Rp300 juta. Sedangkan Dina Arpina dituntut pidana Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

JPU menilai hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan belum mengembalikan kerugian keuangan negara, khususnya PT Bank BRI Unit Simpang Amplas.

“Sedangkan hal meringankan, kedua terdakwa kooperatif selama di persidangan dan belum pernah dihukum,” urai Julita Purba dihadapan majelis hakim diketuai Sumardi.

Untuk terdakwa Dina Arpina, JPU memberi hukuman pidana tambahan berupa uang pengganti (UP) sebesar Rp1.930.161.201 akibat kerugian negara yang diperbuatnya.

Dengan etentuan, sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa disita kemudian dilelang JPU, jika tidak mencukupi makan di pidana 4 tahun penjara.

Sementara, terdakwa Rahmuka tidak dikenakan biaya uang pengganti karena tidak menikmati uang yang dikorupsi.

Melansir dari SIPP PN Medan, Selasa (28/2/2023), sesuai dalam dakwaan, terdakwa Dina Arpina belakangan diketahui mengajukan pinjaman Kupedes tanpa persetujuan 5 debitur alias fiktif, sebesar Rp977.980.753. Kemudian, kredit tersebut disetujui Rahmuka Triki Ekawan selaku pimpinan KCU BRI Simpang Amplas.

Terdakwa Dina juga melakukan pinjaman debitur Kupedes dan BRIGuna sebanyak 6 rekening yang uang kelulusan pelunasannya juga digunakan keperluan pribadi sebesar Rp330.754.790.

Dilanjutkan dengan pinjaman debitur Kupedes dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro sebanyak 9 rekening sebesar Rp111.258.255 serta melakukan pemalsuan 2 bilyet deposito sebesar Rp510.167.403 dan lagi-lagi untuk kepentingan pribadinya.

Di pihak lain, terdakwa Rahmuka Triki Ekawan tidak melaksanakan cek dan ricek sesuai tugas maupun wewenangnya selaku pimpinan di bank plat merah tersebut sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,9 miliar lebih. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan