Kajianberita.com
Beranda Headline Rakes, Preman yang Ancam Bunuh Wartawan Dijerat  dengan UU Pers dan KUHP

Rakes, Preman yang Ancam Bunuh Wartawan Dijerat  dengan UU Pers dan KUHP

Rakes dengan wajah sangat saat mengancam wartawan

Medan – Saat mengancam menganiaya dan mengancam wartawan, Jai Sanker alias Rakes terlihat begitu sangar. Tangannya mengepal, rahangnya menggeretak. Begitu mudahnya ia melontarkan ancaman akan membunuh wartawan kalau meliput peristiwa  rekonstruksi penganiayaan yang dilakukan anggota DPRD Medan.

Namun kini wajah Rakes terlihat pucat. Tubuhnya lunglai karena lelah setelah seharian menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan.  Ia pun sudah dua hari tidak pulang ke rumah karena harus menginap di ruang sel. Mungkin sampai beberapa bulan ke depan Rakes akan hidup di dalam tahanan sambil menunggu persidangan.

Pada Selasa siang (28/2/2024) Rakes resmi berstatus tahanan.  Ia dijerat 18 undang-undang Pers Tahun 1999 dan pasal 335 KUHP karena menghalang-halangi tugas wartawan dan melontarkan ancaman pembunuhan.

Kuasa Hukum pelapor dan korban dari Kantor Hukum Irwansyah Nasution and Partners, Irwansyah Putra Nasution SH menjelaskan, tersangka Rakes tetap akan menginap di sel Polrestabes Medan setelah dikenakan pasal undang-undang Pers dan pasal  KUHP.

“Setelah laporan polisi  LP/B/718/II/2023/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut kita serahkan petunjuk yang menjadi barang bukti ke penyidik seperti handphone yang pecah, visum et repentum, pakaian korban, serta saksi-saksi,” kata Irwansyah, Selasa (28/2/2023).

Irwansyah menyatakan saat ini tersangka sudah ditahan oleh penyidik di Satreskrim Polrestabes Medan.

Irwansyah yang biasa disapa Ibey ini, mengucapkan terima kasih kepada organisasi profesi jurnalis seperti AJI dan IJTI serta jurnalis yang sudah menyuarakan dan menyiarkan peristiwa menghalang-halangi dan penganiayaan terhadap jurnalis yang sedang bekerja sehingga menjadi viral dan mendapat atensi dari pihak Kepolisian.

“Saya ucapkan terima kasih pada semuanya, mari kawal perkaranya sampai ke Pengadilan, agar keadilan bisa didapatkan,” pintanya.

Ibey juga mengucapkan terima kasih pada Polri yang telah mengawal kasus ini.

Adapun korban dari peristiwa dugaan tindak pidana ini yakni Suriyanto dari Brata Yuda sebagai pelapor dan korban Bahana Situmorang dari TV One, Daouglas dari Detik.com, Alfian dari Tribun Medan dan Tuti Alawiyah Lubis sebagai saksi dari SCTV, dan sekaligus Ketua IJTI Sumut.

Irwansyah mengingatkan pada semua pihak, bahwa tidak diperbolehkan menghalang-halangi kerja jurnalistik karena jurnalis dalam menjalankan pekerjaannya dilindungi oleh undang-undang.

Siapa yang Menyuruh Rakes?

Dari latar belakang kejadiannya, kalangan wartawan meyakini Rakes tidak bekerja sendirian. Kemungkinan ia disuruh oleh oknum tertentu untuk mengancam wartawan.

Apalagi ancaman itu ia lontarkan saat berlangsungnya pra -rekonstruksi  pada Senin (27/2/2023) terkait kasus dua anggota DPRD Medan yang melakukan penganiayaan kepada seorang warga  di Jalan Abdullah Lubis, Kecamatan Medan Baru.

Kedua anggota DPRD Medan yang terlibat penganiayaan itu adalah David Roni Sinaga (PDI-P) dan Habiburrahman Sinuraya (Nasdem).

Dalam gelaran pra rekonstruksi yang digelar penyidik itu, tampak kedua anggota DPRD itu hadir di tempat.

Sebelumnya mencuat kabar kalau dua anggota DPRD Medan itu diduga melakukan tindak penganiayaan secara bersama-sama terhadap Khalid Fadzuani saat dugem di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Abdullah Lubis.

Dalam peristiwa penganiayaan itu, Khalid mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Ia pula yang mengadukan kedua anggota DPRD itu ke Sat Reskrim Polrestabes Medan hingga akhirnya polisi harus melakukan pra rekonstruksi untuk mengungkap kebenaran kasus itu.

Dalam proses rekonstruksi itu, kedua anggota DPRD itu diminta menjelaskan kasus penganiayaan itu sebagaimana yang diadukan Khalid.

Saat rekonstruksi berlansung, di situlah Rakes berulah. Ia sempat menendang seorang wartawan dan merusak alat kerja wartawan tersebut. Kemudian disusul ucapan ancaman untuk membunuh wartawan.

Apakah Rakes merupakan orang suruhan dua anggota DPRD yang diperiksa?

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa belum bisa menjelaskan keterkaitan itu.

ia hanya menegaskan bahwa Rakes sudah menjadi tersangka. Soal apakah nanti terungkap adanya perintah dari pihak lain kepada Rakes, Teuku Fathir meminta wartawan memantaunya di pengadilan. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan