Kajianberita.com
Beranda Internasional Negara Tetangga Banjir Lagi, 26 Ribu Warga Harus Dievakuasi, 1 Orang Tewas

Negara Tetangga Banjir Lagi, 26 Ribu Warga Harus Dievakuasi, 1 Orang Tewas

Tim penyelamat selamatkan korban banjir di Malaysia menggunakan perahu karet. Foto/AP

KUALA LUMPUR – Lebih dari 26 ribu orang harus dievakuasi, Kamis (2/3/2023), saat banjir merendam kediamannya di beberapa wilayah Malaysia.

Bahkan, satu orang dilaporkan tewas kala mobilnya tersapu banjir.

Seperti dilansir okezone, Negara bagian Johor selatan, tetangga Singapura, adalah bagian yang terparah dengan sekitar 25.000 orang dipindahkan ke pusat bantuan di sekolah dan balai masyarakat.

Para pejabat mengatakan jumlah itu lebih dari dua kali lipat dari pada hari Selasa lalu.

Lima negara bagian lain juga dilanda banjir setelah hujan deras pada Rabu membanjiri daerah itu.

Negara itu mengalami episode keenam hujan lebat terus-menerus dari musim hujan tahunan yang dimulai pada November, kata Departemen Meteorologi, memperingatkan itu bisa berlanjut hingga April.

Pada Desember lalu, puluhan ribu orang juga dievakuasi akibat banjir.

Departemen Meteorologi Malaysia memperingatkan bahwa hujan akan terus berlanjut di Johor dan bagian lain negara itu yang dapat menyebabkan banjir bandang lebih lanjut pada Kamis.

Unggahan media sosial memperlihatkan foto jalan yang ambruk akibat luapan air setelah hujan deras, kendaraan dan rumah terendam air berlumpur, serta toko-toko tutup.

Di Johor, pihak berwenang mengatakan seorang pria yang mengemudi untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit ditemukan tewas setelah tim penyelamat mengambil mobilnya, yang tersapu air banjir.

Gambar yang diposting oleh Badan Bencana Banjir Nasional menunjukkan tim penyelamat mengarungi air setinggi dada di beberapa daerah di Johor.

Mereka membantu korban yang terjebak di rumah mereka dan membawa bayi dalam ember ke tempat aman.

Badan tersebut memperingatkan bahwa perairan di 25 sungai di seluruh negeri telah mencapai tingkat berbahaya.

“Data menunjukkan bahwa 102 tanah longsor telah terjadi sejak November akibat hujan lebat,” katanya seperti dikutip dari The Associated Press. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan